Bapenda Gencarkan Sosiaisasi Pemanfaatan E-BPHTB

479
TRIAL : Bapenda Kota Semarang Sosialisasi Aplikasi E-BPHTB bagi Notaris dan PPAT di hotel Grasia, Kamis (15/3). (Ist)
TRIAL : Bapenda Kota Semarang Sosialisasi Aplikasi E-BPHTB bagi Notaris dan PPAT di hotel Grasia, Kamis (15/3). (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Aplikasi online kepengurusan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang diluncurkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, 1 Maret, lalu, rupanya masih menyulitkan kalangan notaris dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT).

Salah satu faktornya, formulir pelaporan dalam aplikasi E-BPHTB berbeda dengan yang ada di kantor Bapenda. Sehingga butuh waktu untuk mempelajari lagi pengisiannya.

“Banyak menu pilihan dalam aplikasi E-BPHTB yang tidak saya mengerti, jadi bingun cara pengisiannya,” kata Antina Marisa, salah seorang notaris yang hadir dalam sosialisasi pelaporan dan pembayaran pajak daerah melalui aplikasi E-BPHTB bagi notaris dan PPAT di Hotel Grasia, Kamis (15/3).

Sementara itu, Kasubid Sistem Informasi Bapenda Kota Semarang, Natalistian menyadari masih banyak wajib pajak yang belum mengerti secara keseluruhan cara pengisian E-BPHTB. “Ke depan, kami akan cetak manual book yang bisa menjadi panduan para wajib pajak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, diluncurkannya aplikasi online tersebut untuk memudahkan wajib pajak dari kalangan notaris dan PPAT dalam melakukan pelaporan maupun pembayaran. Selain itu, juga untuk mengurangi penumpukan antrean yang terjadi di Bapenda jika masih melakukan sistem lama.

“Kantor kami sempit sehingga selalu terjadi penumpukan. Karena itu dengan pengisian E-BPHTB yang dilakukan melalui online, wajib pajak tidak perlu datang ke kantor,” jelasnya.

Dengan sistem online ini, diklaim sangat efektif bagi para wajib pajak. Pasalnya, wajib pajak cukup datang sekali saja ke kantor Bapenda yaitu saat pengambilan berkas. Selain itu, proses pembayaran pajak juga bisa dilakukan di kantor Bank Jateng di manapun.

Kabid Pajak I Bapenda, Saryono menambahkan, dengan sistem E-BPHTB diharapkan lebih meningkatkan dan mempercepat pelayanan. Selain memudahkan pelayanan, dengan sistem E-BPHTB diharapkan penerimaan pajak sektor ini mencapai target 2018 yang ditetapkan.

“Tahun 2018 ini target pajak sektor BPHTB Rp 333,5 miliar. Target tersebut naik dari target 2017 lalu yang hanya sebesar Rp 320 miliar,” terang Saryono yang optimis bisa melampaui target. (sga/zal)