32.1 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

445 Ribu Pil Sapi Siap Edar

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM, SLEMAN—Peredaran ratusan ribu obat keras golongan G Trihexiphenidhyl berhasil digagalkan aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 445 ribu butir obat yang sering disebut pil sapi disita dari sebuah rumah di kawasan Warungboto Umbulharjo Yogyakarta, Selasa (13/3) lalu. Polisi juga mengamankan 2 tersangka berinisial FH dan RF.

“Kami amankan RF terlebih dahulu dan di mobilnya ditemukan 3 boks pil Trihexiphenidhyl yang ternyata dibeli seharga Rp 3 juta dari FH yang lantas juga kami amankan,” jelas Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, Kombes Polisi Wisnu Widarto saat gelar perkara di Mapolda DIY, Jumat (16/3).

Dari rumah FH di Warungboto, polisi mendapati barang bukti 411 boks masing-masing berisi 1.000 butir dan 34 plastik yang masing-masing juga berisi 1.000 butir. “Total yang kami amankan mencapai 445 ribu butir pil yang statusnya saat ini sudah ilegal karena izin edarnya sudah dicabut BPOM sejak 2015 lalu,” tegasnya.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda DIY, AKBP Erma Wijayanti Yusriana menjelaskan, dari pengakuan FH, dia berjualan pil sapi sejak 3 tahun lalu. Pil dia jual secara eceran. Polisi terus mendalami kasus ini guna menelusuri kemungkinan adanya sindikat lain.

“Pil ini obat keras, seharusnya untuk orang gila, untuk menenangkan karena efeknya memberi ketenangan, fungsi kerja otak diperlambat. Tapi oleh para tersangka justru dijual ke anak muda dan yang mengonsumi ini ketagihan,” jelasnya.

Pil-pil penenang tersebut dijual secara eceran. Harganya bervariasi antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung jumlah pilnya. RF membeli pil tersebut dari FH seharga Rp1 juta tiap boks berisi 1.000 butir.

Kini kedua tersangka terpaksa mendekam di balik jeruji besi dan terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. “Kita sangkakan pasal 196 junto pasal 98 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.” (jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Buka Akses Antar-Desa

WONOSOBO –Polres Wonosobo bersama masyarakat Kecamatan Watumalang membuka jalan sepanjang 3 kilometer, penghubung antara Desa Pasuruhan dan Desa Wonoroto Kecamatan Watumalang. Semula, lebar jalur...

Beras Organik Jadi Peluang Pasar

SEMARANG – DPRD meminta pemerintah ikut andil dalam meningkatkan produksi beras organik di Jateng. Sebab, pruduk organik bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Jateng. Meski...

Jalur Mranggen-Karangawen Kembali Normal

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Perlintasan rel Kereta Api (KA) di wilayah Brumbung, Kecamatan Mranggen berangsur normal kembali. Ini setelah pelaksanaan pekerjaan pergantian rel KA selesai...

IAI Layangkan Protes Soal Gedung Van Dorp

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah melayangkan surat protes kepada Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang terkait pemanfaatan dan pelestarian...

More Articles Like This

- Advertisement -