33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

445 Ribu Pil Sapi Siap Edar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SLEMAN—Peredaran ratusan ribu obat keras golongan G Trihexiphenidhyl berhasil digagalkan aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 445 ribu butir obat yang sering disebut pil sapi disita dari sebuah rumah di kawasan Warungboto Umbulharjo Yogyakarta, Selasa (13/3) lalu. Polisi juga mengamankan 2 tersangka berinisial FH dan RF.
“Kami amankan RF terlebih dahulu dan di mobilnya ditemukan 3 boks pil Trihexiphenidhyl yang ternyata dibeli seharga Rp 3 juta dari FH yang lantas juga kami amankan,” jelas Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, Kombes Polisi Wisnu Widarto saat gelar perkara di Mapolda DIY, Jumat (16/3).
Dari rumah FH di Warungboto, polisi mendapati barang bukti 411 boks masing-masing berisi 1.000 butir dan 34 plastik yang masing-masing juga berisi 1.000 butir. “Total yang kami amankan mencapai 445 ribu butir pil yang statusnya saat ini sudah ilegal karena izin edarnya sudah dicabut BPOM sejak 2015 lalu,” tegasnya.
Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda DIY, AKBP Erma Wijayanti Yusriana menjelaskan, dari pengakuan FH, dia berjualan pil sapi sejak 3 tahun lalu. Pil dia jual secara eceran. Polisi terus mendalami kasus ini guna menelusuri kemungkinan adanya sindikat lain.
“Pil ini obat keras, seharusnya untuk orang gila, untuk menenangkan karena efeknya memberi ketenangan, fungsi kerja otak diperlambat. Tapi oleh para tersangka justru dijual ke anak muda dan yang mengonsumi ini ketagihan,” jelasnya.
Pil-pil penenang tersebut dijual secara eceran. Harganya bervariasi antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung jumlah pilnya. RF membeli pil tersebut dari FH seharga Rp1 juta tiap boks berisi 1.000 butir.
Kini kedua tersangka terpaksa mendekam di balik jeruji besi dan terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. “Kita sangkakan pasal 196 junto pasal 98 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.” (jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dikenali dari Warna Kolor

MAGELANG—Muhammad Farhan Pratama, korban tenggelam saat bermain di Kali Progo, Kabupaten Magelang, Jumat (8/12) kemarin, ditemukan dalam kondisi sudah menjadi mayat. Sedangkan korban atas...

Portofolio Tingkatkan Motivasi Siswa Belajar IPS

KEBERHASILAN siswa dalam pembelajaran IPS tidak terlepas dari penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran IPS seperti yang telah diuraikan. Karena IPS merupakan integrasi dari beberapa...

Pertajam Ilmu Penelitian Kualitatif

MUNGKID—Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mengadakan Workshop Metode Penelitian Kualitatif untuk meningkatkan pemahaman dan khazanah keilmuan dosen UM Magelang mengenai...

Pemindahan Empat Sekolah Belum Jelas

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Pembangunan tol Semarang-Batang di wilayah Kendal menerjang empat sekolah. Hingga kini belum ada kejelasan untuk lahan pengganti maupun pembangunan gedung baru...

TPKS Gaet Pelaku Industri Jateng-DIY

SEMARANG – Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan sejumlah instansi terkait menggelar roadshow to customer kepada para pelaku...