445 Ribu Pil Sapi Siap Edar

435

RADARSEMARANG.COM, SLEMAN—Peredaran ratusan ribu obat keras golongan G Trihexiphenidhyl berhasil digagalkan aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 445 ribu butir obat yang sering disebut pil sapi disita dari sebuah rumah di kawasan Warungboto Umbulharjo Yogyakarta, Selasa (13/3) lalu. Polisi juga mengamankan 2 tersangka berinisial FH dan RF.

“Kami amankan RF terlebih dahulu dan di mobilnya ditemukan 3 boks pil Trihexiphenidhyl yang ternyata dibeli seharga Rp 3 juta dari FH yang lantas juga kami amankan,” jelas Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, Kombes Polisi Wisnu Widarto saat gelar perkara di Mapolda DIY, Jumat (16/3).

Dari rumah FH di Warungboto, polisi mendapati barang bukti 411 boks masing-masing berisi 1.000 butir dan 34 plastik yang masing-masing juga berisi 1.000 butir. “Total yang kami amankan mencapai 445 ribu butir pil yang statusnya saat ini sudah ilegal karena izin edarnya sudah dicabut BPOM sejak 2015 lalu,” tegasnya.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda DIY, AKBP Erma Wijayanti Yusriana menjelaskan, dari pengakuan FH, dia berjualan pil sapi sejak 3 tahun lalu. Pil dia jual secara eceran. Polisi terus mendalami kasus ini guna menelusuri kemungkinan adanya sindikat lain.

“Pil ini obat keras, seharusnya untuk orang gila, untuk menenangkan karena efeknya memberi ketenangan, fungsi kerja otak diperlambat. Tapi oleh para tersangka justru dijual ke anak muda dan yang mengonsumi ini ketagihan,” jelasnya.

Pil-pil penenang tersebut dijual secara eceran. Harganya bervariasi antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung jumlah pilnya. RF membeli pil tersebut dari FH seharga Rp1 juta tiap boks berisi 1.000 butir.

Kini kedua tersangka terpaksa mendekam di balik jeruji besi dan terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. “Kita sangkakan pasal 196 junto pasal 98 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.” (jpg/ton)