Tuntut Tiga Aktifis Lingkungan Dibebaskan

291
TUNTUT PEMBEBASAN: AMPK Salatiga menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Salatiga Kamis (15/3). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT PEMBEBASAN: AMPK Salatiga menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Salatiga Kamis (15/3). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Puluhan aktifis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penuntut Keadilan (AMPK) Salatiga, Kamis (15/3), menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Salatiga. Mereka menuntut pembebasan tiga aktifis lingkungan yang ditangkap Polda Jateng dalam demo PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo beberapa waktu lalu.

Para pengunjuk rasa memulai aksi dari depan kampus IAIN Salatiga di jalan tentara pelajar kemudian langsung menuju Mapolres yang hanya berjarak 300-an meter. Setiba di Polres, mereka tidak diperbolehkan masuk karena dipagar betis oleh puluhan petugas.

Para pengunjukrasa hanya berorasi dan membentangkan belasan poster yang isinya protes atas penangkapan tiga aktifis lingkungan. ”Bebaskan kawan – kawan kami,” teriak Rahmadi korlap aksi.

Dalam pernyataan sikapnya, AMPK mendesak agar keadilan hukum dan kedaulatan rakyat harus ditegakkan dan menuntut pembebasan tiga aktifis lingkungan yaitu H.Hisbun Payu, Kelvin dan Sutarno. AMPK juga menuntut untuk penghentian sementara aktifitas PT RUM serta menegakkan hukum yang adil.

Dijelaskan Rahmadi, kejadian diawali beberapa desa di Desa Nguter Sukoharjo dan beberapa aliansi yang melakukan aksi. Mereka menuntut tanggungjawab PT RUM dan meminta Bupati Sukoharjo untuk menutup usaha tersebut. Selanjutnya warga dan aliansi melakukan demo pada 6 Maret lalu.

Namun di tengah aksi, petugas melakukan penangkapan terhadap ketiga aktifis tersebut dengan dalih telah melakukan perusakan.” Setiap konflik masyarakat dengan kaum kapitalis, masyarakatlah yang selalu kalah,” katanya.

Setelah beberapa jam berunjukrasa, para pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib. Namun demikian petugas kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan tetap melakukan pengawalan. (sas/bas)