Pemkab Siapkan Solusi Pemindahan Kios

309

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang akan tetap memindah beberapa kios di pasar Bandungan yang menolak untuk direlokasi. Bupati Semarang, Mundjirin mengungkapkan beberapa pemilik kios tersebut enggan dipindah lantaran status tanahnya sudah bersertifikat Hak Milik (HM).

“Kita akan beli tanah HM yang diatasnya berdiri kios-kios tersebut,” ujar Mundjirin, Kamis (15/3). Pembelian tanah tersebut, lanjutnya, merupakan langkah dari Pemkab Semarang untuk segera merelokasi para pedagang di pasar Bandungan.

“Ini bukan untuk saya, namun untuk semua. Jangan sampai terjadi congkrah, pro dan kontra itu pasti ada,” katanya. Mundjirin mentargetkan, relokasi para pedagang di pasar tradisional Bandungan dapat selesai dilakukan pada 2018 ini.

Untuk belasan pemilik kios yang enggan dipindah, Pemkab Semarang akan segera menghitung apraisal dari harga tanah yang sudah bersertifikat HM tersebut. “Tahun ini harus selesai untuk pemindahan pasar, kalau belum ya dilanjutkan tahun depan,” tuturnya.

Menurut Mundjirin, penolakan yang dilakukan oleh pemilik kios di Pasar Bandungan merupakan hal yang lumrah. Dalam hal ini, ia hanya menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut mendukung langkah Pemkab Semarang dalam penataan kawasan wisata Bandungan.“Kita juga akan mengimbau kepada 13 toko di pasar tersebut. Itu (penolakan) memang haknya mereka,” katanya.

Ia menganalogikan, apabila pemilik kios tersebut tetap enggan untuk direlokasi, maka perubahan pasar Bandungan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) sulit dilakukan.“Makannya akan kita pindah, yaitu di pasar yang akan kita bangun,” ujarnya.

Apabila para pemilik kios tersebut menerima untuk direlokasi, kendala tetap akan dihadapi oleh Pemkab Semarang. Dimana salah satu kios yang akan direlokasi tersebut berjualan bahan material bangunan. Dijelaskan Mundjirin, desain untuk pasar yang baru belum dapat menampung jenis jualan tersebut. “Kendalanya jenis dagangan mereka seperti pedagang material bangunan, itu tengah kita pikirkan akan kita taruh mana,” ujarnya. (ewb/bas)