33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Pak Dirman : Korupsi Itu Budaya Kuno

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said menyatakan bahwa korupsi adalah budaya kuno dan pasti akan ditinggalkan. Di era informasi seperti saat ini, kejahatan sulit ditutupi dan dalam tempo yang singkat akan terungkap, termasuk korupsi.
“Korupsi itu kuno, harus ditinggalkan. Nanti korupsi itu seperti orang pakai helm. Perlahan tapi pasti, orang akan sungkan korupsi. Tidak korupsi akan menjadi budaya. Seperti kalau keluar rumah naik motor kan harus pakai helm, bukan karena disuruh, tapi karena kesadaran akan keselamatan diri dan keluarga,” terang Pak Dirman kepada media usai memberikan kuliah umum tentang Kepemimpinan yang Bersih, Jalan Menuju Kesejahteraan yang Lestari di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung (Unissula), Semarang, Rabu (14/3).
Lebih lanjut Pak Dirman menyampaikan, saat ini durasi orang menyimpan kejahatan semakin pendek. Sosial media menjadi alat yang ampuh untuk mengungkap segala perbuatan manipulasi dan korupsi. “Jadi sulit menyembunyikan kejahatan di era sekarang. Karena itu, kalau ada yang masih mau korupsi dalam situasi seperti ini, orang itu sudah ketinggalan zaman, kuno,” katanya.
Meski begitu, dalam kuliah umumnya di hadapan komunitas akademik Unissula, Pak Dirman tidak setuju dengan wacana meninjau ulang pemilihan langsung kepala daerah yang dilontarkan pimpinan KPK. KPK berpendapat besarnya biaya Pilkada langsung membuat korupsi tumbuh subur di daerah sehingga pilkada langsung perlu ditinjau ulang.
Pak Dirman menilai, jika wacana itu dijalankan, menjadi sebuah kemunduran dalam proses demokrasi. Demokrasi tidak boleh mundur, harus terus maju dan terus diperbaiki prosesnya.
“Saya tidak setuju dengan wacana itu. Demokrasi tidak boleh ditarik ke belakang. Yang harus dilakukan adalah mendidik masyarakat untuk memilih kandidat yang bersih, memiliki integritas, dan berkompeten dalam Pilkada,” terang dia.
Pemimpin yang bersih, berintegritas, dan kompeten, lanjut Pak Dirman, akan bekerja semata-mata untuk kepentingan rakyat. Bekerja untuk mensejahterakan rakyat, karena tidak ada kepentingan pribadi dan kelompok di belakang kepalanya.
“Karena itu, jika Indonesia ingin maju harus ada pemimpin yang bersih di seluruh level kepemimpinan. Karena, hanya pemimpin yang bersih dan kompeten yang mampu membereskan segala kerumitan, dan mampu memberikan kesejateraan yang lestari,” imbuh Pak Dirman. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tolak FDS, Siswa dan Guru Turun Jalan

BATANG-Ribuan siswa dan guru sekolah di Kabupaten Batang turun ke jalan menolak kebijakan Full Day School (FDS) yang diberlakukan oleh pemerintah. Mereka bergabung dengan...

Menang di Provinsi Rp 7,5 Juta, Nasional Rp 10 Juta

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang memberikan penghargaan kepada para atlet berprestasi. Ratusan juta dikucurkan untuk mengapresiasi atlet-atlet yang menjuarai berbagai even tingkat provinsi...

Portofolio Tingkatkan Motivasi Siswa Belajar IPS

KEBERHASILAN siswa dalam pembelajaran IPS tidak terlepas dari penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran IPS seperti yang telah diuraikan. Karena IPS merupakan integrasi dari beberapa...

Semangat Kartini, Gerakkan Kaum Perempuan 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sambut Hari Kartini, ratusan peserta yang terdiri atas orangtua serta siswa KB-TK PL Santo Yusuf Semarang, Jawa Tengah belajar membatik bersama di sekolah...

Bersatu Perangi Berita Hoax

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) siap memerangi berita hoax, utamanya saat Pilkada 2018. Senin (19/3) kemarin, bersama...

Pasar Matik Masih Besar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasar motor matik di tahun 2018 ini diyakini masih menggiurkan. Berkaca pada tahun lalu, ada lima jenis motor matik Honda yang...