33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Harus Selesaikan 43 Ribu Sertifikat

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Negara (BPN) Kendal Meminta dukungan aparat Pemerintah Desa untuk bersama-sama menyukseskan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Pasalnya, tahun ini BPN Kendal ditarget untuk bisa menyelesaikan 43 ribu bidang tanah untuk di sertifikatkan.
Kepala BPN Kendal, Herry Fathurachman, mengatakan sebanyak 43 ribu bidang tanah yang harus disertifikatkan tersebut tersebar 46 desa yang ada di 13 kecamatan. Dengan target tersebut dengan sisa waktu yang ada ini, setidaknya BPN harus menyelesaikan 150 Sertifikat per hari.
“Ya sebanyak itu. Itu pun kami setiap hari harus kerja keras lembur setiap hari. Kalau tidak maka target 43 ribu itu tidak akan selesai. Itupun kami masih dibantu dari siswa Sekolah Tinggi Pertanahan Negara (STPN) dan tenaga dari Kementrian ATR,” katanya, di sela Sosialisasi Program Pertanahan Strategi Mensukseskan Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Kabupaten Kendal Tahun 2018 yang digelar Rabu (14/3) di Hotel Sae Inn.
Dia mengatakan, target tersebut harus dirampungkan hingga akhir 2018. Makanya, PTSL ini tidak bisa hanya dilakukan petugas BPN saja. pihaknya perlu dukungan dan kerjasama semua pihak terkait. Seperti aparat pemerintah desa. Sebab PTSL tidak bisa mandiri, melainkan dilakukan secara kolektif .
Selain dukungan dari Pemerintah Desa, pohakya juga mendorong Pemerintah Desa untuk membentuk kelompok masyarakat sadar sertifikat dan sadar batas tanah. Mereka akan dibekali tentang pentingnya dan tata cara penyertifikatan tanah agar tidak ada penipuan atau pungli.
Pembiayaan PTSL telah diatur dalam SKB tiga menteri, yakni kementerian dalam negeri, kementerian ATR/BPN, dan kementerian desa tertinggal. Dari SKB itu dibuatlah peraturan bupati. “Perbub Bupati Nomor 3 Tahun 2018 dan mengatur tentang pembiayaan persertifikatan tanah yang dibiayai masyarakat. Besarnya biaya sekitar Rp 150 ribu,” terangnya.
Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan pengukuran tanah penerima PTSL sebanyak 6.000 bidang tanah. “Kami terus sosialisasikan program ini. Tahun lalu kami merealisasikan 16 ribu PTSL. Target kami September sudah selesai dilakukan pengukuran,” jelasnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Desak RUU Pertembakauan Segera Disahkan

SEMARANG – Sekitar seribu petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan...

20 Orang Ditahan Polda Jateng

SEMARANG-Pasca terbongkarnya pabrik pil Paracetamol Caffeine Caresoprodol (PCC) di Semarang dan Solo, kini sebanyak 20 orang ditahan di Mapolda Jateng. Dari 20 orang itu,...

Guru pun Dituntut Terus Belajar

RADARSEMARANG.COM - MENGHADAPI tahun baru 2018 dan semester yang baru pada 2018 muncul di benak penulis banyak yang harus disiapkan sebagai guru yang profesional....

Mengatasi Bencana Banjir Rob di Kabupaten Pekalongan

KAJEN - Komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menyelesaikan masalah rob di bukanlah pepesan kosong belaka. Sebelumnya telah ditempuh dengan pembangunan great land wall atau ...

Gagal Kerja di Kapal, Nyaman di Hotel

RADARSEMARANG.COM - BAGI Irene Noerma Izdijar, bekerja di hotel bukanlah cita-citanya setelah lulus sekolah. Mimpi dara kelahiran Solo 19 Juli 1995 ini, justru bekerja...

Bianda Khaerana Komala, Mahasiswi Muda Jago Rias Wajah

Di usia yang masih terbilang muda, 19 tahun, Bianda Khaerana Komala, mahasiswi Undip Semarang semester enam ini sudah jago dalam berbisnis make up. Seperti...