Dulu Terkumuh, Kini Kota Terbersih 

Gebrakan Bupati-Wabup Pekalongan

460
SEDERHANA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menerima jajaran manager Jawa Pos Radar Semarang yang dipimpin direkturnya, Baehaqi, di Masjid Muhtarom Kajen, Rabu (14/3). (Kanan) Bupati terima rombongan Jawa Pos Radar Semarang di Rumah Dinas bersama Kepala Diskominfo. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEDERHANA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menerima jajaran manager Jawa Pos Radar Semarang yang dipimpin direkturnya, Baehaqi, di Masjid Muhtarom Kajen, Rabu (14/3). (Kanan) Bupati terima rombongan Jawa Pos Radar Semarang di Rumah Dinas bersama Kepala Diskominfo. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kabupaten Pekalongan dalam dua tahun terakhir, telah mengalami banyak perubahan di segala bidang. Termasuk menjadi salah satu kota terbersih di Indonesia pada tahun 2017, yang dibuktikan dengan piala Adipura. Padahal sebelumnya Kabupaten Pekalongan merupakan kota terkumuh di Jawa Tengah.

Kemajuan pembangunan Kabupaten Pekalongan tersebut, disampaikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menerima silaturrahmi rombongan Jawa Pos Radar Semarang, di rumah Dinas Bupati Pekalongan, Rabu (14/3) kemarin.

Banyak capaian yang diraih, kata Bupati Asip, dalam dua tahun pemerintahannya bersama Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Arini Harimurti. Manfaat luar biasa yang dirasakan masyarakat luas adalah naiknya peringkat pendidikan menengah dari ranking 34 se-Jateng pada tahun 2014, melonjak menjadi ranking 17 pada tahun 2017 lalu.

Selain itu, rendahnya angka kematian pada ibu dan anak, patut diapresiasi. Tahun 2017 hanya tercatat dua korban ibu meninggal. Padahal pada tahun 2015 lalu, Kabupaten Pekalongan tercatat sebagai kabupaten dengan angka kematian ibu dan anak tertinggi di Jateng.

Demikian juga dengan laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan, target tahun 2016 sebesar 4,90 persen, tercapai 5,16 persen. Sedangkan tahun 2017, targetnya 5,10 persen, tercapai 5,19 persen. “Karena itulah, tahun 2018 kami menargetkan pertumbuhan ekonomi meningkat lagi menjadi 5,25 persen  dan tahun 2019 menjadi 5,45 persen,” katanya.

Pihaknya saat ini fokus dengan pendirian 8 perguruan tinggi negeri (PTN) di Kabupaten Pekalongan. Saat ini sudah berdiri Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen, dan akan diikuti 7 perguruan tinggi lainnya. “April besok, Undip akan melakukan launching di Kajen. Gedungnya sudah ada dan lahan untuk pengembangan seluas 40 hektare di Kecamatan Kesesi sudah kami siapkan,” ungkap Bupati Pekalongan.

Bupati juga menyampaikan perkembangan wisata di daerah pegunungan, khususnya Petungkriyono yang dikembangkan menjadi wisata alam, kini ramai dikunjungi wisatawan. Padahal Petungkriyono semula hanya hutan balantara, nyaris tak tersentuh pembangunan atau salah satu daerah tertinggal.

Saat ini, Petungkriyono menjadi daerah kunjungan wisata favorit dari banyak orang, mulai luar kota hingga luar negeri. Tercatat lebih dari 7 ribu wisatawan berkunjung ke Petungkriyono. Bahkan sudah mencapai Rp 2 miliar perputaran uang di Petungkriyono dalam sebulan.

“Bahkan Kopi Petungkriyono sudah sangat mendunia. Saat ini, kami kembangkan semua potensi ekonomi Petungkriyono, mulai dari kopinya, minyak asiri hingga gula aren,” kata Bupati Asip.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi, menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung langkah Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam membangun Kabupaten Pekalongan dengan mengedepankan potensi dan kearifan lokal. “Kami akan mendukung pembangunan Kabupaten Pekalongan, dengan menjalin kerjasama yang lebih baik lagi,” tegas Baehaqi. (thd/ida)