MENYERAHKAN : Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum menyerahkan sertifikat pendidik kepada 42 dosen di kampus I Sidodadi Semarang, kemarin. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENYERAHKAN : Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum menyerahkan sertifikat pendidik kepada 42 dosen di kampus I Sidodadi Semarang, kemarin. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kedudukan dosen sebagai tenaga profesional di jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan harus dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Hal ini tercantum dalam Undang-undang Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen.

Rektor Universitas PGRI Semarang (Upgris) Dr Muhdi SH Mhum menjelaskan bahwa dosen memiliki peran penting dalam rangka membangun peradaban bangsa. Hal ini, sebagai wujud pengembangan profesionalisme dosen dalam mendidik, membimbing, mengevaluasi dan menindaklanjuti proses belajar-mengajar kepada mahasiswa.

“Seorang dosen, harus memiliki visi yang jelas dan tegas untuk menjadi sosok profesional, kreatif serta berkarakter,” katanya usai menyerahkan sertifikat pendidik kepada 42 dosen Upgris di Kampus I jalan Sidodadi, Semarang, kemarin.

Pengakuan dosen profesional seperti yang tercantum menurut UU Guru dan Dosen  harus dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Hal ini, menjadi amanah dan tugas para dosen agar menunjukkan dirinya layak mendapat seritfikat pendidik.

“Dosen adalah pendidikan profesional dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Sekertaris Umum PGRI Jateng, ini.

Muhdi mengatakan seiring dengan penerimaan sertifikat pendidik ini maka tingkat kesejahteraan para dosen juga turut meningkat. Salah satunya adalah mereka berhak mendapatkan tunjangan satu kali gaji pokok sebagai dosen tiap bulannya.

Meski demikian, hal itu bukanlah tujuan utama dari program sertifikasi dosen. Namun peningkatan SDM dosen sehingga sejalan dengan universitasmenghasilkan lulusan yang semakin berkompeten.

Muhdi menegaskan, kebutuhan guru saat ini juga masih tinggi. Bahkan tercatat secara nasional, saat ini jumlah guru yang berada dalam naungan Kemendikbud sekitar 1,2juta orang. Sementara, idealnya menurut Muhdi mencapai angka minimal 2,1 juta.

“Selain belum ideal, jumlah guru yang ada saat ini juga terus berkurang. Setiap tahun ada puluhan ribu guru yang pensiun. Untuk itu, kita mendorong agar pemerintah segera melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pra Jabatan, agar jumlah guru profesional bisa teratasi,” tandasnya. (tsa/zal)