LAMPIASKAN: Fida Enggal Satriaji yang tertunduk saat dikeler petugas ke Polsek Bergas, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAMPIASKAN: Fida Enggal Satriaji yang tertunduk saat dikeler petugas ke Polsek Bergas, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Warga Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Fida Enggal Satriaji, 24, terpaksa berurusan dengan Polres Semarang lantaran melakukan aksi pembacokan membabi buta di wilayah Kecamatan Bergas.

Saat dikeler petugas ke Polsek Bergas, Fida mengaku jika ia melakukan aksi pembacokan tersebut dalam kondisi mabuk dan dilakukan secara acak di jalan raya. “Untuk melampiaskan kemarahan dan dendam kepada teman,” ujar Fida di Polsek Bergas, Rabu (14/3).

Seorang pengendara menjadi korban aksi pembacokan tersebut, yaitu Eko Sudigdyo, 22, warga Desa Candirejo Kecamatan Pringapus. Saat melintas di sepanjang jalan utama Kecamatan Bergas, Eko sudah dibuntuti oleh pelaku.

Kemudian, saat jalanan semakin sepi pelaku mengeluarkan sebilah parang dan langsung melakukan aksi pembacokan tersebut. Saat dikeler ke Polsek Bergas, pelaku hanya bisa tertunduk saat berhadapan dengan aparat.

Pelaku juga mengakui jika ia sebenarnya tidak mengenal sosok dari Eko itu sendiri. Ia hanya ingin melampiaskan kemarahannya. Saat ditanya oleh petugas Polsek Bergas, Eko mengaku jika ia membacok korban sebanyak satu kali di kepalanya.“Ya lihatnya nggak kayak biasanya,” ujarnya.

Kaposek Bergas, AKP Winarno menjelaskan jika untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan hukuman dua tahun delapan bulan penjara.“Sebelumnya pelaku sudah menyiapkan parang karena akan membalas dendam kepada kawannya namun ia tak menemukan sasaran,” ujar Winarno. (ewb/bas)