Warung Milik Bupati Dibongkar Satpol PP

452
Petugas Satpol PP Pemkab Demak membongkar gazebo warung makan Mbak Tari milik Bupati Demak HM Natsir, Selasa (13/3) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Petugas Satpol PP Pemkab Demak membongkar gazebo warung makan Mbak Tari milik Bupati Demak HM Natsir, Selasa (13/3) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Warung makan Mbak Tari milik Bupati Demak HM Natsir yang berada di Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Selasa (13/3) kemarin, dibongkar aparat Satpol PP dan petugas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Jateng. Ini dilakukan agar kawasan sempadan sungai tersebut bersih dari bangunan liar.

Kepala Satpol PP Pemkab Demak, Bambang Saptoro menegaskan, pihaknya bersama PSDA membongkar sejumlah bangunan liar yang berada di sepanjang saluran afour Jebor. Yaitu, mulai sepanjang Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar sampai Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam. Ini dilakukan karena bangunan liar tersebut telah melanggar Perda Provinsi Jateng Nomor  8 tahun 2009 tentang irigasi. Selain itu, tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 8/PRT/ M/2015, utamanya pasal 22 ayat 1.

Menurut Bambang, untuk mengamankan jaringan irigasi itu, setiap orang dilarang mendirikan bangunan di dalam garis sempadan sungai atau saluran air. “Kami tertibkan agar tidak menganggu saluran irigasi,” katanya.

Menurut Bambang, salah satu bangunan yang ikut dibongkar adalah warung makan Mbak Tari milik Bupati Demak HM Natsir. “Beliau (bupati) sudah menaati surat teguran sehingga membongkar bangunannya sendiri. Karena itu, tidak perlu surat peringatan. Kami dari Satpol PP dimintai bantuan untuk ikut membantu melaksanakan penegakan Perda tersebut,” katanya. (hib/ida)