Titik PJU Sering Diputus Oleh Oknum

356

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Keberadaan lampu Penerangan Jalan Utama (PJU) di beberapa titik sengaja dimatikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Di antaranya PJU di pinggir jalan nasional. Seperti di Taman Unyil di Kelurahan Bandarjo, di sepanjang jalan utama Kecamatan Bringin.

“Polanya, PJU sengaja dimatikan terutama di wilayah yang jauh dari permukiman dan pas dengan tikungan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Totit Oktoriyanto, Selasa (13/3).

Untuk PJU yang berada di sekitaran Taman Unyil, aksi pelemparan batu ke lampu pernah dipergoki pihak DPU sendiri. “Saat itu, ketahuan kita tegur, langsung lari,” katanya.

Atas kasus itu, DPU Kabupaten Semarang akhirnya meninggikan tiang dari PJU sendiri. “Standar PJU kan 8 meter. Khusus untuk kasus seperti itu, kami ganti tiangnya lebih dari 10 meter,” katanya.

Pemutusan juga dilakukan dengan modus mematikan saklar utama PJU. Bahkan, pemutusan dilakukan dengan merusak saklar utama, serta memutus kabel dari saklar utama. “Selain Pemkab Semarang, yang paling dirugikan juga pengguna jalan dan masyarakat. Jika dibiarkan, berpotensi muncul tindak kriminalitas di tempat tersebut,” katanya.

Kabid Binamarga dan PJU DPU Kabupaten Semarang, Supadi menambahkan pada 2018 ini Pemkab Semarang hanya mempersiapkan lima paket pengerjaan pemasangan PJU. Di antaranya ditempatkan di Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Ungaran Barat, Kecamatan Tuntang, Kecamatan Pabelan, Kecamatan Susukan. “Tahun ini, hanya lima titik, anggarannya rata-rata RP 150 juta,” ujar Supadi.

Terkait dengan kerawanan jalan karena minimnya penerangan, lanjutnya, sejak 2015 beberapa titik sudah terpasang PJU. “PJU di ruas Ngobo itu 2016 telah didirikan dari Lapangan Alaska sampai PTPN Ngobo. Sebanyak 10 lampu dan beberapa waktu yang lalu ada yang rusak 2 lampu. Namun sudah diganti,” katanya.

Khusus untuk wilayah Gondorio Kecamatan Bergas, saat ini masih terjadi kesalahpahaman antara Pemkab Semarang dan masyarakat setempat. Dimana di jalur Gondorio Kecamatan Bergas, Pemkab Semarang sudah memasang PJU menggunakan sistem meterisasi. “Karena Pemkab memasang meterisasi, ketika ada lampu mati, masyarakat menganggap itu tugas Pemkab. Padahal itu sebenarnya tugas masyarakat untuk membantu memelihara,” katanya.

Selain itu dilakukan penurunan daya, dimana sebelumnya dinilai PLN terlalu tinggi. Sehingga kini sudah dipasang lampu XL yang sesuai dengan batas maksimum antara 42 sampai 62 watt.

Dikatakan Supadi, setiap satu titik pemasangan terdiri atas 10 tiang lampu dan terbentang sepanjang 500 meter. “Itu juga sudah kami pasang di jalur Gondorio hingga Mranak,” ujarnya. (ewb/ida)