Tak Kantongi Izin, Tambang Ilegal Dikukut

193

Barang bukti yang diamankan, yakni satu unit backhoe, ayakan pasir, 2 buku rekapan penjualan, dan beberapa bendel nota. Plus uang tunai sebesar Rp 2,1 juta.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi melalui Kasat Reskrim, AKP Willy Budianto mengatakan, penutupan tambang dilakukan setelah adanya laporan masyarakat. Warga sekitar tambang menemukan adanya aktivitas tambang yang mencurigakan.

”Langsung kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Baik di lokasi ataupun mengecek perizinan pertambangan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng,” kata Willy kepada Jawa Pos Radar Solo.

Benar saja, tambang tersebut ilegal. Saat dilakukan penggerebekan, pengelola tak dapat menunjukkan dokumentasi perizinan. ”Saat itu ada satu backhoe yang tengah melakukan pengerukan dan pengisian ke bak truk. Ada juga beberapa truk yang menunggu antrean,” lanjut Willy.

Polisi juga menetapkan Banteng, 45, koordinator penambangan. Sementara empat orang lainnya sebatas saksi dan dikenai wajib lapor. Willy menyatakan, penambangan ilegal ini melanggar UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Sanksi menyalahi Pasal 158 dapat diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

(rs/wid/fer/JPR)

Silakan beri komentar.