Start Up Sebaiknya Dirangkul

172
KOMPAK: Peserta Forum Pertemuan ke-28 BUMN Marketeers Club di aula Borobudur lantai 8 Gedung Telkom Regonal IV Jateng-DIY di Jalan Pahlawan, Rabu (14/3), berfoto bersama usai kegiatan. (IST)
KOMPAK: Peserta Forum Pertemuan ke-28 BUMN Marketeers Club di aula Borobudur lantai 8 Gedung Telkom Regonal IV Jateng-DIY di Jalan Pahlawan, Rabu (14/3), berfoto bersama usai kegiatan. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Munculnya banyak start up dengan pelaku bisnis anak-anak muda, sebaiknya jangan dipandang sebagai ancaman maupun musuh. Sebaliknya, start up perlu dirangkul untuk menjadi mitra bisnis.

Hal itu disampaikan oleh Executive Vice President  PT Telkom Regional IV Jawa Tengah-DIY, Joko Raharjo, pada Pertemuan ke-28 BUMN Marketeers Club di aula Borobudur lantai 8 Gedung Telkom Jalan Pahlawan, Rabu (14/3). Pertemuan yang dihadiri para petinggi BUMN dan BUMD di Kota Semarang itu, diselenggarakan oleh Telkom Regional IV Jateng-DIY bekerja sama dengan Markplus, dan disupport oleh Jawa Pos Radar Semarang.

Joko yang tampil casual menyampaikan, saat ini dunia bisnis dikuasai anak-anak muda yang kreatif dan inovatif, memanfaatkan teknologi digital. Untuk itu, generasi zaman old, sebaiknya tidak perlu merasa serba tahu. “Justru pengetahuan anak-anak zaman now ini yang kadang lebih maju dari generasi zaman old.” Karena itu, secara bergurau, Joko menyampaikan, kalau ada pepatah Jawa Kebo Nusu Gudel, itulah fenomena yang terjadi saat ini. “Di Telkom kami rangkul start up-start up, kami adop, lantas dibuatkan perusahaan untuk memperkuat lini bisnis kami sebagai anak perusahaan.”

Untuk itu, kata Joko, perlunya BUMN lebih intens bersinergi, bahu-membahu, saling dukung, untuk kemajuan bisnis BUMN. “BUMN harus dukung dan support Kantor Pos, agar jangan sampai kalah dengan e-commerce yang baru bermunculan. Untuk itu, pengiriman logistik BUMN sebaiknya memanfaatkan jasa Kantor Pos. Biar uangnya tidak ke mana-mana, tapi tetap ke BUMN,” kata Joko yang juga bertindak selaku Ketua Forum Komunikasi BUMN Jawa Tengah.

Pria yang oleh karyawannya intim disapa Bang Jra ini menuturkan, sebaiknya BUMN tidak terpaku pada analisa pakar yang memprediksi pertumbuhan bisnis 2018 sebesar 5,8 persen. “Sebaliknya, kita harus percaya diri, bahwa kita bisa lebih besar pertumbuhannya dari analisa itu. Sinergi harus diperkuat dan BUMN pasti bisa,” kata Joko, menyemangati peserta pertemuan. Kegiatan yang diawali dengan sarapan Soto Semarang  mulai pukul 07.00, diakhiri dengan sesi foto bersama, pukul 09.30. (isk)

Silakan beri komentar.