Reduksi Kedungmutih Jadi Tujuan Wisata Mangrove

605
REDUKSI MANGROVE : Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto dan Sekda yang juga Ketua PMI Demak, dr Singgih Setyono MMR dalam kegiatan di rumah edukasi silvofishery (Reduksi) mangrove di Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REDUKSI MANGROVE : Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto dan Sekda yang juga Ketua PMI Demak, dr Singgih Setyono MMR dalam kegiatan di rumah edukasi silvofishery (Reduksi) mangrove di Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Wisata mangrove terintegrasi, kini bisa dinikmati di Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung. Namanya rumah edukasi silvofishery yang disingkat Reduksi.

Reduksi didirikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak sejak Januari 2016 dengan konsentrasi rehabilitasi hutan mangrove. Kawasan pesisir seluas 1 hektare yang sebelumnya rusak, kini menjadi hutan mangrove yang tumbuh lebat. Sebanyak 127 ribu batang mangrove tumbuh berkembang dan kini menjadi pusat edukasi serta tujuan wisata.

Bupati Demak, HM Natsir mengatakan bahwa untuk menunjang wisata Reduksi berkembang pesat, Pemkab Demak membangunkan jalan sebagai akses utama. Jalan betonisasi ini dirintis dan menghubungkan antara Desa Kedungmutih, Babalan dan Berahan Wetan (Menco). Rencananya, akan dibuat jalan lingkar untuk mempercepat akses ke lokasi Reduksi. “Kami jadikan Reduksi ini pusat wisata mangrove di Kabupaten Demak,” ujar Bupati HM Natsir.

Karena itu, bupati berharap warga sekitar bisa mengelola dengan baik tujuan wisata itu, utamanya merawat mangrovenya yang sudah tumbuh lebat. “Jadi, komitmen pemerintah daerah adalah melengkapi sarana prasarana atau akses jalan menuju lokasi wisata tersebut,” katanya.

Ketua PMI  Kabupaten Demak, dr Singgih Setyono MMR menambahkan bahwa pihaknya mengajak pemerintah desa untuk bersama-sama mendukung pengembangan wisata Reduksi tersebut. “Kami mohon para kepala desa (kades) untuk berkomitmen ikut meningkatkan wisata mangrove ini,” katanya dalam kegiatan PMI di Kedungmutih.

Kepala Markas PMI Demak, Ade Heriyanto mengungkapkan bahwa melalui rumah edukasi itu, pihaknya melakukan berbagai upaya pemberdayaan pada masyarakat sekitar dengan program-program yang pendukung. Misalnya, program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Melalui program itu, warga dibina dan dilatih untuk mencari penghasilan alternatif, selain tetap berusaha di bidang perikanan, yakni mencari kerang laut.

“Sebelum berdiri Reduksi, sudah dikaji secara mendalam oleh tim ahli dari IPB termasuk merancang tentang konsep wisata mangrove tersebut. Dalam perkembangannya, berdirilah Reduksi itu,” katanya.

Menurutnya, banyak elemen masyarakat yang belajar mangrove di kawasan pesisir Kedungmutih itu. “Kalau hari biasa pengunjungnya antara 100 hingga 200 orang. Jika hari libur (Sabtu-Minggu), bisa mencapai 1.000 pengunjung perhari,” katanya. (hib/ida)