Pertengahan Maret Sudah Harus Rata

Pembongkaran Kios di Bantaran BKT

832
BONGKAR MASAL : Para pemilik kios di bantaran Banjir Kanal Timur kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo membongkar sendiri kios mereka agar dapat memanfaatkan barang yang masih bisa digunakan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
BONGKAR MASAL : Para pemilik kios di bantaran Banjir Kanal Timur kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo membongkar sendiri kios mereka agar dapat memanfaatkan barang yang masih bisa digunakan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perdagangan menargetkan pada 23 Maret 2018 mendatang, seluruh kios PKL di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) kelurahan kaligawe dan Tambakrejo sudah rata dengan tanah. Hal ini menyusul percepatan proses normalisasi BKT yang saat ini sedang berjalan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan, para PKL sudah diberi surat edaran berisi pemberitahuan bahwa 13-20 Maret 2018 merupakan batas pembongkaran. Selanjutnya, pada 21-22 Maret, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana akan meratakan lokasi dengan menggunakan backhoe.

“Hari ini (kemarin, red) kami melakukan pembongkaran tahap awal, dibantu kecamatan Gayamsari dan Muspika setempat. Kami mendengarkan pula tuntutan mereka bahwa mereka siap melakukan pembongkaran sendiri sampai tanggal 20,” ujar Fajar.

Dalam pembongkaran tahap awal ini, sedikitnya ada 15 kios di kelurahan Kaligawe yang dibongkar, dari total keseluruhan 148 kios. Sementara di Tambakrejo ada 17 kios yang dibongkar. PKL dari Tambakrejo ini nantinya akan ditempatkan di Pasar Barito Baru (Penggaron, red) atau klitikan lantai 2 sebagai kuliner. Sebanyak 30 pedagang dari Kaligawe juga akan menempati pasar Barito Baru atau klitikan, namun dengan membuat kios sendiri.

”Ini mereka baru kita arahkan untuk pinjam kredit wibawa milik koperasi. Sementara yang lainnya menempati shelter yang kita bangun di Sawah Besar timur. Lainnya ada di pasar Waru dan di pasar Bulu,” jelasnya.

Salah satu pedagang Eko memilih membongkar sendiri kiosnya. Sebab, dengan membongkar sendiri, ia bisa memilih barang-barang bekas kios yang sekiranya masih bisa dimanfaatkan.

”Batas akhirnya tanggal 20. Kalau dari sekarang kan masih bisa dibongkar sedikit-sedikit sembari memilih barang yang masih bisa digunakan,” jelasnya. (sga/ton)