Percantik Daerah Kumuh dengan Seni dalam Sehari

Lebih Dekat dengan Komunitas One Day Art Project (ODAP)

246
ARTISTIK: Anggota Komunitas One Day Art Project saat mempercantik WC umum dengan mural. (Dokumentasi ODAP)
ARTISTIK: Anggota Komunitas One Day Art Project saat mempercantik WC umum dengan mural. (Dokumentasi ODAP)

RADARSEMARANG.COM – Kehadiran seni mural belakangan makin diakui masyarakat. Pengaplikasian yang tepat menjadikan lokasi-lokasi tertentu terlihat lebih artistik. Komunitas One Day Art Project mewadahi para seniman ini dalam menyalurkan bakat-bakat seni mereka. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

DUA seniman asal Jerman tampil menarik di tengah perkampungan warga Kemijen, Semarang Timur beberapa waktu lalu. Sebuah lahan yang tak begitu luas menjadi panggung mereka. Dengan mural menghias di salah satu dinding serta beberapa lampion yang menggantung.

Siapa sangka panggung mini yang artististik tersebut sebelumnya adalah sebuah lahan kosong yang difungsikan sebagai tempat pembuangan barang bekas dan sampah. Komunitas One Day Art Project (ODAP) ‘menyulapnya’ menjadi tempat yang lebih bernilai seni dalam sehari.

Ya, komunitas ini awalnya diinisiasi oleh 4 anak muda yang hobi melukis. Pada 2014 lalu mereka membuat art project berupa mural di kampus. Dengan konsep havingfunart, mereka mencoba menyelesaikan karya-karya mural tersebut dalam satu hari.

“Ini yang menginspirasi kami untuk menamakan project ini menjadi ONE DAY ART PROJECT,”ujar koordinator dan konseptor ODAP, Arief Hadinata kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Project kedua dilakukan pada September 2014 dengan mengusung tema cardboardays hari kardus sedunia. Dua kali berjalan, project ini masih dilakukan di area kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES). Namun, pada project ketiga dan seterusnya, mereka mulai mengubah tujuan project tersebut.

“Kami ingin mencoba melakukannya di luar kota dengan harapan project ini bisa diapresiasi dan bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat. Tak lama berjalan, banyak yang memberikan support positif dan tidak jarang ada yang request  ODAP untuk datang ke kota mereka juga,”katanya.

Setelah project ketiga diselesaikan di Pantai Bandengan Jepara, mereka bergeser ke Pantai Kebumen, Ketep Pass Magelang dan Guci Tegal. Setiap project berlangsung semakin banyak rekan-rekan yang ingin berpastisipasi. Sampai akhirnya terkumpul sekitar 15 orang.

“Dalam project ini, kami lebih banyak memberikan sedekah visual dari satu tempat ke tempat  lain yang terlihat kumuh. Kita bersihkan dan kita warnai kembali, sehingga terlihat lebih menarik,” ujar cowok yang juga dikenal dengan nama Hokage ini.

Aktivitas nomaden inilah yang pada akhirnya mereka sebut dengan istilah Artvacation. Yakni, project seni yang dikolaborasikan dengan konsep rekreasi. Konten-konten visual yang diusung dalam pembuatan karya visual ini secara tidak langsung  ikut menjaga potensi wisata, potensi alam, dan properti umum setiap daerah yang dikunjungi. “Tak heran, ada beberapa tempat yang kita benahi pada akhirnya dirawat oleh warga sampai sekarang,”katanya.

Namun demikian, dalam art project ini bukan berarti mereka asal comot. Project ODAP 1-6, para seniman ini menggunakan metode observasi. Sedangkan sebagian lainnya project undangan oleh komunal dengan tema menyesuaikan konsep data.

“ODAP 1-6 kami survei dulu, ngobrol-ngobrol dengan beberapa warga setempat, konten apa yang mau dibikin visual?”ujarnya.

Tak hanya sebagai media menyalurkan hobi maupun bekerja sama dengan komunitas lain, para seniman ini juga tak segan untuk berkolaborasi menyulap tempat-tempat sosial. Salah satunya berkolaborasi dengan Rubik.

“Pada ODAP 7, kami berkolaborasi dengan Rubik, semacam sekolah untuk anak-anak jalanan dan kurang mampu di daerah Tembalang,” kata pria yang juga sempat menyelenggarakan Solo Art Exhibition bertajuk Line-Mark ini.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, para seniman muda ini berupaya mengenalkan bahwa berkarya merupakan kegiatan yang mengasyikkan, dan lebih asyik lagi apabila karya-karya tersebut bisa bermanfaat bagi orang lain.

“Dengan berkarya, kami bisa menambah teman, menambah jaringan, dan mengingatkan bahwa pengalaman estetik yang kami temukan di setiap kota membuat kami lebih bisa memahami arti penting dari sebuah estetika,”ujarnya.

Ke depan, ia berharap project ini bisa terus berlanjut, berkembang, dan memengaruhi generasi-generasi berikutnya untuk tetap memberikan manfaat bagi masyarakat melalui karya seni. (*/aro)

Silakan beri komentar.