Panen Perdana Mekongga Menggembirakan

305
VARIETAS UNGGUL: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Danramil Tempuran, penyuluh pertanian serta Kapolsek Tempuran menunjukkan hasil panen perdana padi jenis mekongga Rabu (14/3) di Dusun Punduhsari Tempurejo Tempuran. (Kodim 0705/Magelang for Radar Semarang)
VARIETAS UNGGUL: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Danramil Tempuran, penyuluh pertanian serta Kapolsek Tempuran menunjukkan hasil panen perdana padi jenis mekongga Rabu (14/3) di Dusun Punduhsari Tempurejo Tempuran. (Kodim 0705/Magelang for Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Padi varietas unggul jenis mekongga yang dikembangkan di Dusun Punduhsari, Tempurejo Tempuran Kabupaten Magelang oleh kelompok Tani Ngudi Hasil Rabu (14/3) kemarin dipanen.

Padi mekongga yang mempunyai rasa pulen ini dikembangkan secara khusus oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang. Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang wilayah Tempuran, Gunawan mengatakan dari 11 hektare sawah areal pertanian yang ditanami mekongga mampu menghasilkan panen 66,3 ton per hektare.

“Jumlah ini melebihi target yaitu target provitas yang ditetapkan adalah 62,5 ton per hektare. Ini merupakan salah satu panen yang hasilnya sangat bagus,” tutur Gunawan.

Menurutnya saat ini terdapat 1.578 hektare lahan persawahan yang ada di Kecamatan Tempuran dan merupakan lahan padi cukup produktif. Gunawan menjelaskan, program percepatan tanam yang telah dilakukan, saat ini wilayah Tempuran sudah masuk pada indek pertanian 2 (IP2).

“Dukungan dari pemerintah daerah dan pusat dengan pendampingan babinsa terhadap petani menjadi salah satu hal yang berdampak positif dalam usaha pertanian, khususnya di wilayah Kecamatan Tempuran,” imbuh Gunawan.

Salah satu kendala yang dihadapi saat ini, menurut dia, adalah semakin kurangnya tenaga tanam dan tenaga panen. “Kendala tersebut pasti akan menaikkan biaya atau ongkos usaha tani. Untuk itu, dalam pelaksanaan panen perdana ini para petani juga dikenalkan dengan mesin panen agar memangkas biaya,” jelasnya.

Camat Tempuran, Daryoko Umar Singgih menuturkan penggunaan alat panen combine hardvester merupakan jawaban yang diberikan oleh pemerintah guna merespons salah satu kendala yang dihadapi oleh petani. (cr3/lis)