Nasabah Tagih Uang Tabungan

Kantor PD BKK Pringsurat Digeruduk Lagi

401
BELUM JELAS : Puluhan nasabah PD BKK Pringsurat saat audiensi dengan Direktur PD BKK Pringsurat di Kantor Pusat PD BKK Pringsurat Maron Temanggung, Selasa (13/3). (Ahsan fauzi/radar kedu)
BELUM JELAS : Puluhan nasabah PD BKK Pringsurat saat audiensi dengan Direktur PD BKK Pringsurat di Kantor Pusat PD BKK Pringsurat Maron Temanggung, Selasa (13/3). (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Masalah keuangan di Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Pringsurat Temanggung kembali mencuat. Puluhan nasabah mendatangi Kantor Pusat PD BKK Pringsurat di Maron, Selasa (13/3) siang. Kehadiran puluhan nasabah yang mengatasnamakan diri korban nasabah PD BKK Pringsurat dengan dipimpin Bagyo Pramono diterima langsung oleh Direktur Utama PD BKK Pringsurat Supriyadi dan Kabag Perekonomian Setda Temanggung Sunardi.

Bagyo menuturkan, kehadiran mereka ingin meminta kejelasan dari manajemen PD BKK Pringsurat atas uang tabungan yang tersimpan di PD BKK Pringsurat tersebut. “Kami ingin meminta uang kami. Sebab, sudah 6 bulan lebih, tak ada kejelasan atau kepastian dari manajemen PD BKK tersebut,” ucapnya.

Bagyo melanjutkan, pihak manajemen PD BKK Pringsurat berjanji akan menyusun skema pembayaran secara berkala. Setelah disusun, kemudian dimintakan persetujuan pada nasabah. “Jika kami setuju, usulan skema pembayaran tersebut akan diserahkan ke Provinsi. Kita tunggu kepastiannya pada pertemuan besok siang jam 13.00 (siang ini, red),” tuturnya.

Direktur Utama PD BKK Pringsurat Supriyadi menuturkan, memang ada beberapa persoalan di PD BKK Pringsurat. Mulai non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah, kejahatan perbankan (fraud) oleh oknum karyawan, hingga rush (penarikan uang dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan).

“Dari sekian persoalan tersebut, yang paling berat adalah rush. Karena pemilik saham adalah pemerintah (Pemprov-Pemda Kabupaten), kami menjamin uang nasabah tidak akan hilang,” ucapnya.

Supriyadi melanjutkan, per Januari 2018 ini, total dana nasabah tercatat Rp 95 miliar. Kemudian pada Februari, berkurang Rp 1 miliar menjadi Rp 94 miliar.

Menurutnya, semua uang nasabah bisa kembali dengan dana suntikan dari Pemprov Jateng dengan pembayaran secara berkala. “Untuk tahap pertama ini kami mengusulkan Rp 25 miliar, dalam jeda waktu satu atau dua tahun nanti bisa terselesaikan. Solusi yang paling mungkin ya merger bank, artinya nanti menjadi PT BKK Jawa Tengah, bukan PD BKK Pringsurat lagi,” jelasnya. (san/ton)