Mengeluh di Medsos, Bupati Respon Cepat

333
SANTUNAN KEMATIAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menyerahkan santunan kematian secara langsung, Selasa (13/03). (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SANTUNAN KEMATIAN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menyerahkan santunan kematian secara langsung, Selasa (13/03). (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Daroni, 31, warga Desa Sipait, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/3) kemarin, menerima dana santunan kematian sebesar Rp 1 juta, di ruang kerja Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Setelah Senin sore (12/3) mengeluh di media sosial (Medsos) Bupati Pekalongan tentang sulitnya pencairan dana santunan kematian.

Daroni mengaku hendak mengurus santunan kematian milik ayahnya, atas nama Solikhin, 64, yang meninggal pada Kamis (8/3) lalu, di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan pada Senin (12/3). Daroni sudah membawa berkas surat kematian dan surat keterangan tidak mampu dari desa, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Pemkab Pekalongan. Namun, oleh petugas Dinsos, permohonan santunan kematian tersebut ditolak, dengan alasan tidak dilampiri Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dinsos pun tidak memproses permohonan santunan kematian tersebut.

“Pada Senin sore (12/3), saya mengeluh di facebook-nya Pak Bupati, tentang sulitnya mengurus dana santunan kematian milik orangtua di kantor Dinsos yang tidak ramah dan sopan. Tidak semudah seperti yang disampaikan Pak Bupati pada acara pengajian atau pidato di radio bahwa mengurus dana santunan mudah dan cepat,” ungkap Daroni.

Ternyata, kata Daroni, keluhannya tersebut langsung direspon Bupati Asip dan langsung menjawab keluhannya dengan diminta datang ke kantor Bupati dengan persyaratan yang diminta. “Senin (12/3) malam, saya langsung dihubungi untuk datang ke kantor bupati. Ternyata Pak Bupati sendiri yang menyerahkan dana santunan kematian orang tua saya,” kata Daroni sambil berlinang air mata karena terharu.

Sementara itu, Bupati Asip menuturkan bahwa pihaknya sangat bersyukur dengan adanya medsos yang membantu menyampaikan program milik Pemkab, termasuk bantuan dana santunan kematian ke masyarakat dengan cepat dan mudah.

Karena itulah, pihaknya merespon semua keluhan masyarakat dengan cepat. Setelah dipelajari, ternyata kendalanya kesalahpahaman administrasi, sehingga prosesnya berbelit tidak sesuai harapan masyarakat. “Dalam waktu dekat, saya akan memangkas proses administrasi yang berbelit di dinas tersebut,” tutur Bupati Asip. (thd/ida)