33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Kampanye Sosial lewat Tulisan

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – HOBI menulis sejak SMA, disadari oleh Dhyanara Novi Paramita memiliki manfaat yang besar. Tak hanya bagi dirinya, namun juga lingkungannya. Meski sejak SMP hingga SMA, ia terdidik secara Islami dalam pesantren, tidak lantas membuatnya menjadi penulis seputar keagamaan.
“Justru saya pikir sudah ada orang-orang yang berpikiran terkait Islam dan mendalami serta lebih pantas menuliskannya. Toh, isu di sekeliling saya khususnya secara sosial lebih banyak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (13/3).
Dhyan –sapaan akrabnya– mengaku justru lebih mendalami isu sosial, namun cukup krusial berkaitan dengan perempuan. Sehingga tulisannya kini lebih mengarah ke arah kampanye sosial ketimbang keagamaan. Menurutnya, persentase tulisan agamanya hanya 0,5 persen saja.
“Sekarang lebih mengarah ke kampanye sosial, saya arahkan ke persoalan feminisme. Karena perempuan itu masih banyak yang menganggap dirinya lemah, tidak percaya diri, objek kekerasan, dan lainnya,” terang lulusan jurusan D3 broadcasting Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang yang kini tengah menempuh S1 Komunikasi.
Dara kelahiran Jogjakarta, 22 tahun lalu ini sering menggunakan kesempatan saat dirinya menjadi asisten dosen (asdos) untuk mengajak mahasiswa yang lain, khususnya perempuan, untuk lebih percaya diri. Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya diam, namun harus berani mengutarakan pendapat. “Saya asdos di mata kuliah teknik penyajian dan wawancara, saya minta mahasiswa untuk menuliskan apa yang membuat mereka tidak pede di depan kamera maupun wawancara. Nah dari situ ketahuan, bahwa masalah yang paling banyak dihadapi ya kekurangan fisik,” jelas  presenter TVKU ini.
Lulusan PPMI Assalam ini mengatakan, membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak bisa lepas. Kendati begitu, Dhyan mengaku tidak memiliki role model dalam menulis. Namun beberapa waktu terakhir ia sering membaca karya Seno Gumira Ajidarma. “Novel Seno Gumira ini gaya penulisannya mirip dengan saya,” ucapnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

18 Gereja dapat Pengamanan Khusus

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 752 personil gabungan dipersiapkan untuk melakukan pengamanan selama perayaan natal dan tahun baru (nataru) 2018. Pengamanan ini juga berkaitan dengan...

Tak Kuat Menanjak di Silayur

RADARSEMARANG.COM - TRUK kontainer bernopol H 1937 BY bermuatan alat elektronik mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Silayur Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Kamis (5/7) sekitar...

Dipadu dengan Batik, Sudah Produksi 36 Pasang

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah siswa SMA Negeri 3 Semarang yang tergabung dalam Satria Ganesha Cooperative Student (Sagasco.sc), menyulap tumbuhan gulma eceng gondok menjadi kerajinan sepatu...

Hendi : MUI adalah Pengayom dan Pamomong Umat

SEMARANG- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak seluruh keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang untuk meningkatkan peran dalam mengayomi warga, dengan berbagai...

Pelanggar Langsung Ditilang

KEBUMEN – Hari pertama dalam rangka operasi Patuh Candi 2017, Polres Kebumen menggandeng instansi lain untuk melakukan razia gabungan di Jalan Ronggowarsito Kebumen, Rabu...

Hidup Harus Punya Target

RADARSEMARANG.COM - MENJADI salah satu wisudawati terbaik dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada Wisuda Periode I tahun 2018 Unika Soegijapranata, menjadi...