Hari Ini, Wisuda Perdana Magister Terapan Poltekkes Semarang

Satu-satunya di Indonesia, Terakreditasi B

1673
TEMU PERS : Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang Warijan SPd AKep MKes dan Ketua Prodi Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang Prof Dr Soeharyo Hadisaputro SpPD KPTI (ketiga dan keempat dari kiri) memberikan keterangan pers, di kampus Jalan Tirto Agung Tembalang, Semarang, kemarin. (IST)
TEMU PERS : Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang Warijan SPd AKep MKes dan Ketua Prodi Pascasarjana Poltekkes Kemenkes Semarang Prof Dr Soeharyo Hadisaputro SpPD KPTI (ketiga dan keempat dari kiri) memberikan keterangan pers, di kampus Jalan Tirto Agung Tembalang, Semarang, kemarin. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program Studi (Prodi) Magister Terapan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Semarang berhasil meraih Akreditasi B dari Lembaga Akreditas Mandiri (LAM) Perguruan Tinggi (PT) Kesehatan pada 2018.

“Sebagai prodi baru, ini pencapaian yang cukup tinggi, apalagi ini program pascasarjana vokasi kesehatan pertama dan satu-satunya di Indonesia,” kata Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang Warijan SPd AKep MKes dalam temu pers di kampus Jalan Tirto Agung, Tembalang, Semarang, kemarin.

Diakuinya, semua ini diraih setelah melalui perjuangan panjang sejak 2014 dan tahun ini dibuktikan dengan digelarnya wisuda perdana magister terapan kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang. Rabu (14/3) ini, sebanyak 91 lulusan pertama magister terapan kesehatan akan diwisuda, di Gedung Serbaguna Masjid Agung Jateng (MAJT) Semarang. “Semua ini tidak lepas dari kerja keras dan komitmen untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan vokasi hingga ke jenjang pascasarjana.”

Hal ini juga membuktikan dari 38 Poltekkes Kemenkes di Indonesia, Semarang menjadi pelopor dalam pengembangan program vokasi kesehatan di tanah air. Kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki juga menjadi salah satu keunggulan bagi Poltekkes Kemenkes Semarang. Betapa tidak, kampus yang berdiri megah itu dilengkapi dengan mini hospital yang di dalamnya terdapat ruang emergency dan ICU, admission room, laboratorium keperawatan, kebidanan, imaging diagnostic, dan dental therapy.

Selain bekerja sama dengan berbagai klinik dan rumah sakit di berbagai kota di Indonesia, kegiatan residensi dan praktik klinik komprehensif juga dilakukan di luar negeri. Di antaranya Prince Songkla University, Mahidol University, MoPH Thailand, Siriraj Hospital, dan Rumah Inap Penderita HIV/AIDS Lophuri. Termasuk pengembangan kegiatan ilmiah dan seminar nasional maupun internasional untuk mendukung visi misi dan pengakuan di dunia internasional.

Ketua Prodi Magister Terapan Poltekkes Kemenkes Semarang Prof Dr Soeharyo Hadisaputro SpPD KPTI menambahkan, sejauh ini baru empat jurusan yang dibuka, yakni Keperawatan, Kebidanan, Imaging Diagnostik, dan Terapis Gigi dan Mulut. “Sebelumnya, program pascasarjana kesehatan ditempuh lewat jalur akademik di universitas, tapi sekarang sudah bisa di Poltekkes ,” paparnya.

Hingga tahun akademik ketiga ini, Program Pascasarjana Poltekkes telah menerima 342 mahasiswa yang berasal dari seluruh Indonesia. Di antaranya daerah di Jawa Tengah, DIY, Bandung, Jakarta, Bogor, Bali, Bengkulu, Lampung, Jambi, Padang, Palembang, Banjarmasin, NTB, NTT hingga Papua. “Untuk tahun akademik ini kami akan melepas 91 lulusan dari tiga jurusan, yakni Keperawatan, Kebidanan, dan Imaging Diagnostik. Adapun untuk Terapis Gigi dan Mulut tahun ini baru memasuki dua dari empat semester yang harus ditempuh.”

Untuk tahun akademik 2018/2019 Program Magister Terapan Kesehatan Poltekkes sudah membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru sejak 20 Februari hingga 16 Maret. “Kami akan menerima 150 mahasiswa baru untuk empat prodi, terbanyak untuk jurusan Kebidanan, yakni dua kelas.”

Program pascasarjana vokasi kesehatan di Poltekkes, jelas Prof Soeharyo, berbeda dengan jalur akademik di universitas. Perkuliahan di Poltekkes menggunakan metode SPICES atau student centered, problem based, integrated, community based, elective, dan systematic. “Perkuliahannya menggunakan tutorial discussion atau mini lecture oleh dosen dengan kualifikasi doktor di bidangnya. Kami sudah memiliki 11 doktor dan akan terus bertambah, karena beberapa dosen akan segera menyelesaikan program doctoralnya baik di dalam maupun luar negeri.” (yun/sct/ton)