Dua Bocah Tewas di Kubangan Galian C

296
GALIAN C MAUT: Warga berkerumun di sekitar kubangan bekas galian C di Dusun Ploso, Desa Plososari, Kecamatan Patean, yang menelan korban jiwa. (ISTIMEWA)
GALIAN C MAUT: Warga berkerumun di sekitar kubangan bekas galian C di Dusun Ploso, Desa Plososari, Kecamatan Patean, yang menelan korban jiwa. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Bekas galian C kembali memakan korban. Kali ini, terjadi di bekas galian C di Dusun Ploso, Desa Plososari, Kecamatan Patean. Dua bocah ditemukan tewas tenggelam di kubangan bekas Galian C desa setempat.  Kedua bocah tersebut, yakni Eko Prasetyo, 9, dan Saifudin 8. Keduanya ditemukan sudah tak bernyawa oleh warga Selasa (13/3) sekitar pukul 08.00 kemarin. Tidak ada yang mengetahui persis penyebab keduanya tenggelam. Namun dari informasi yang dihimpun koran ini, keduanya tenggelam setelah bermain di kubangan air sedalam  3 meter dengan lebar 2 meter tersebut.

Kejadian bermula Senin (12/3) sekitar pukul 06.00, keduanya tampak bermain di sekitar kubangan bekas galian C. Saat itu, nenek korban, yakni Rohati, 65, sempat melarang keduanya. “Sudah saya larang agar jangan main di kubangan air, karena tinggi dan dalam airnya. Lalu saya ajak pulang,” ujar Rohati kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat itu, diakuinya, kedua bocah tersebut ikut pulang. Tapi, keduanya tanpa sepengetahuan Rohati kembali bermain di sekitar kubangan tersebut. Hingga sore hari, keduanya tidak juga kembali ke rumah. Tentu saja, kedua orang tua korban panik dan berusaha mencari. Namun tak menemukan keberadaan kedua korban. Akhirnya, mereka minta bantuan warga untuk membantu melakukan pencarian. Tapi, setelah dicari hingga tengah malam, korban tak juga ditemukan.

GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

Baru pada Selasa (13/3) pagi sekitar pukul 08.00 kemarin, dua warga, yakni Rohadi, 40, dan Sukardi, 40, menemukan kedua korban mengapung di kubangan bekas galian C. Karuan saja, penemuan mayat kedua korban membuat gempar warga desa tersebut. Kejadian itu pun dilaporkan kepada perangkat dan Kepala Desa Plososari, diteruskan ke Polsek Patean.

“Saat ditemukan, yang tampak baru jasad Saifudin. Sedangkan jasad Eko setelah diperiksa ternyata masih tenggelam di bawah kubangan. Selanjutnya keduanya dievakuasi oleh petugas dibantu warga,” ujar Sukardi.

Kapolsek Patean AKP Abdullah Umar mengatakan, setelah dievakuasi, kedua jasad korban diperiksa oleh tim medis dari Puskesmas Patean. Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda penganiayaan pada kedua jasad korban. “Jadi kesimpulan awal, kedua korban memang meninggal karena tenggelam,” jelasnya.

Dikatakan, begitu menerima laporan warga, petugas Polsek Patean langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut. Termasuk memeriksa orang tua korban dan keluarganya. Sementara kedua korban setelah disemayamkan, langsung kebumikan di pemakaman umum desa setempat.

Sebelumnya, kasus serupa terjadi di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Seorang bocah tewas di kubangan bekas galian C. Kasus ini diduga lantaran tidak adanya tanggung jawab dari penambang untuk melakukan penghijauan atau pemerataan lahan bekas penambangan. (bud/aro)

Silakan beri komentar.