Ditantang Kembangkan Ekonomi Kreatif

314
PUKUL KENDANG : Pembukaan ditandai pemukulan alat musik bersama Fadjar Hutomo (tiga dari kanan) dan Wali Kota Yuliyanto (empat dari kanan) di Hotel Grand Wahid Salatiga, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PUKUL KENDANG : Pembukaan ditandai pemukulan alat musik bersama Fadjar Hutomo (tiga dari kanan) dan Wali Kota Yuliyanto (empat dari kanan) di Hotel Grand Wahid Salatiga, kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA–Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga ditantang bisa mengembangkan ekonomi kreatif. Pasalnya, meski minim sumber daya alam, namun Kota Salatiga memiliki sumber daya manusia melimpah, yakni masyarakat yang toleran serta memiliki kepandaian, mengingat ada sejumlah kampus besar.

Hal itu diungkapkan Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Be Kraf), Fadjar Hutomo, di sela acara Sharia Banking for Creative Bussiness Matching di Hotel Grand Wahid Salatiga, Selasa (13/3). Lima perbankan syariah juga turut diundang untuk bertatap muka langsung dengan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) perihal pembiayaan dengan perbankan syariah yang nantinya akan difasilitasi oleh Bekraf.

“Kami mempertemukan antara pengusaha kreatif dengan perbankan. Ada banyak akses permodalan yang bisa diambil dan sangat membantu untuk mengembangkan usaha. Tentunya dengan persyaratan yang ada sebagai pelaku perekonomian,” jelas Fadjar.

Kegiatan bussiness matching ini, untuk mempertemukan antara pelaku ekraf dengan perbankan syariah guna mengetahui apa saja syarat untuk mengakses pembiayaan yang ditawarkan perbankan syariah ini.

Fadjar melanjutkan, akses permodalan masih menjadi masalah dalam mengembangkan perekonomian. Di Indonesia sendiri, ia menambahkan, sumber permodalan Rp 6000 triliun terdapat di perbankan dan hanya Rp 11 triliun yang ada di Perusahaan Modal Ventura.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Jamal Mirdad menandaskan, peran ekraf pada perekonomian nasional terbilang tinggi. Karena itu, pihaknya ingin mendorong para pelaku ekraf untuk terus mengembangkan usaha mereka.

Sebanyak 200 pelaku ekraf hadir dalam acara itu. Dikatakan, ekraf telah menyumbang hampir Rp 1000 triliun PDB nasional. Berkaca dari hal ini, perbankan syariah diharapkan bisa menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha ekraf yang ingin mengembangkan usahanya.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto juga memaparkan peran ekraf pada roda perekonomian daerah. “Kehadiran BeKraf harus dimanfaatkan. Kota Salatiga memiliki fokus dalam pengembangan ekonomi kreatif,” katanya. (sas/ida)