Diminta Kedepankan Transparansi

Industri Fintech

192

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan financial technology (fintech) untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Diantaranya, manajemen risiko, sehingga mendorong transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan keadilan. Hal tersebut diperlukan guna melindungi kepentingan konsumen, termasuk data nasabah.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, transparansi adalah faktor kunci keberhasilan pengembangan fintech. Yaitu melalui sistem pelaporan yang jelas kepada konsumen dan OJK.

“Untuk meningkatkan transparansi, harus ada standar tentang jenis informasi apa yang harus dimiliki fintech dan bagaimana detail informasi seharusnya. Laporan tersebut harus bisa dikonfirmasi oleh otoritas,” ujarnya, kemarin.

Transparansi informasi mengenai hak dan kewajiban para pihak seperti investor, peminjam, platform, bank koresponden menyangkut potensi pendapatan, potensi risiko, biaya-biaya, bagi hasil, manajemen risiko dan mitigasi jika terjadi kegagalan harus dibuka seluas-luasnya.

OJK juga meminta perusahaan fintech wajib memberikan edukasi keuangan kepada konsumen agar pemahaman mengenai layanan fintech menjadi lebih baik. Selain itu, diupayakan agar fintech membangun lingkungan keuangan digital yang sejalan dengan upaya pemerintah mendorong suku bunga rendah.

Ia menambahkan, hingga Januari 2018, perusahaan peer to peer lending yang terdaftar di OJK sebanyak 36 dan yang berizin 1 perusahaan. Sejumlah 42 perusahaan dalam proses pendaftaran. Total pinjaman yang disalurkan perusahaan sampai Januari 2018 mencapai Rp 3 triliun atau meningkat 17,1 persen (ytd), dengan jumlah penyedia dana 115.897 meningkat 14,82 persen (ytd) dan jumlah peminjam 330.154 tumbuh 27,16 persen (ytd). (dna/ric)

Silakan beri komentar.