Dewan Siap Hentikan Galian C

204
TINJAU : Anggota DPRD Kabupaten Batang, bersama anggota TNI, Polri dan warga Brayo saat meninjau langsung lokasi Galian C di Kecamatan Wonotunggal. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
TINJAU : Anggota DPRD Kabupaten Batang, bersama anggota TNI, Polri dan warga Brayo saat meninjau langsung lokasi Galian C di Kecamatan Wonotunggal. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang akan menghentikan eksploitasi alam galian C di lingkungan Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Sebab, galian C tersebut menyebabkan kerusakan alam yang ekstrim dan matinya irigasi milik warga.

Sejumlah anggota dewan yang dipimpin Ketua DPRD, Imam Teguh Raharjo, mendatangi lokasi galian C langsung di Sungai Lojahan. Mereka prihatin, galian C tersebut telah mengakibatkan gagal panen, karena persawahan Desa Brayo tidak teraliri air. Bahkan selama tiga tahun saat musim kemarau, sawahnya selalu gagal tanam. Dengan adanya trauma masyarakat ini, mereka menolak ada galian C di wilayah Wonotunggal.

“Rasa trauma masyarakat harus kami akomodasi dan dengarkan aspirasinya. Prinsipnya, lingkungan dan masyarakat menolak, maka akan menjadi perhatian kami di DPRD,” ucap Imam Teguh di Dukuh Tegalsari Desa Wonotunggal Kecamatan Wonotunggal, Selasa (13/3).

Ketua Kelompok Tani Manunggal Swadaya Warju, mengatakan, di tengah wilayah Kecamatan Wonotunggal terdapat aliran Sungai Lojahan yang terdapat beberapa anak sungai untuk mengairi persawahan. Irigasi Setu terletak persis di bawah Jembatan Sendang, harusnya mengalir mengairi pertanian Desa Sendang Desa Kemligi, Bendung Koneksi Mliwis Pintu Pembagi Sungai Mliwis yang mengairi ke Desa Wonotunggal dan Sungai Clungup, namun tidak maksimal. Sejak adanya galian C di lingkungan tersebut, irigasi menjadi kering, karena air tidak mengalir lancar akibat rusaknya sungai.

Untuk itu, dirinya mewakili petani di daerahnya meminta kepada DPRD untuk tidak meloloskan RTRW untuk wilayah Wonotunggal sebagai tempat eksplorasi galian C. “Kalau RTRW tentang galian C di tempat kami diloloskan, yang kami takutkan jika Sungai Lojahan digali terus, aliran sungai dari Jembatan Sendang sampai Desa Kemligi akan kacau. Dampaknya, lima irigasi yang akan terkena dampaknya,” tandas Warju. (han/ida)

Silakan beri komentar.