Tiga Rumah Terancam Longsor

254
TANAH LABIL : Sejumlah penduduk membersihkan material longsoran yang menutup jalan di Dusun Ngaglik Desa Giritengah Kecamatan Borobudur. (IST)
TANAH LABIL : Sejumlah penduduk membersihkan material longsoran yang menutup jalan di Dusun Ngaglik Desa Giritengah Kecamatan Borobudur. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Hujan deras yang terjadi sepanjang Minggu (11/3) lalu memicu tanah longsor di dua kecamatan. Satu di Kecamatan Kaliangkrik dan satu lainnya di Kecamatan Borobudur.

Dua kejadian longsor itu menutup akses jalan desa dan mengancam sejumlah rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, longsor pertama kali terjadi di Dusun/Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik. sekitar pukul 19.00 WIB.

“Akibat longsor ini menutup sebagian Jalan Magelang Wonosobo via Kaliangkrik,” kata Edy Susanto, Senin (12/3).

Longsor terjadi di sebuah tebing setinggi 15 meter dengan lebar 25 meter di dusun tersebut. “Sebuah rumah milik seorang janda dilaporkan dalam kondisi membahayakan karena fondasi ikut longsor,” papar dia.

Longsor juga terjadi di Dusun Ngaglik Desa Giritengah Kecamatan Borobudur. Timbunan material menutup jalan antardusun. “Longsor berasal dari tebing setinggi 6 meter dengan kelebaran 7 meter,” kata dia.

Saat kejadian, lanjutnya, kondisi kawasan tersebut diguyur hujan cukup lebat. “Kontur tanah memang sedikit labil,” paparnya.

Selain menutup jalan longsor juga membuat dua rumah terancam. Saat hujan penghuni dua rumah tersebut harus mengungsi. “Dua rumah itu dihuni 11 orang,” papar dia.

Longsor juga terjadi di Kabupaten Purworejo. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bruno, pada Sabtu (10/3) malam menyebabkan tebing di tiga lokasi longsor. Material longsor menimpa rumah warga serta menutup jalan.

Kapolsek Bruno AKP Mahmoyo mengatakan, longsoran tanah dari tebing setinggi dan selebar 3 meter menimpa bagian belakang rumah Mustakim, 35, warga Padukuhan Ketepeng, RT 03/03, Desa Watuduwur, Bruno. “Kerugian tempat tidur tertimbun longsoran, peralatan dapur tertimbun longsoran kerugian matrial sekitar Rp 5 juta,” katanya, kemarin.

Pantauan Polsek Bruno, longsor juga terjadi di tebing Ketepeng. Tepatnya, di depan Madrasah Ibtidaiyah Desa Watuduwur. Gundukan tanah dari tebing setinggi 10 meter dan panjang 30 meter, menutup akses jalan. Tak hanya itu, longsor juga terjadi di Padukuhan Sigrogol. (vie/jpg/ton)

Silakan beri komentar.