Tersambar Kereta, Jasad Hilang di Sungai

136

GROBOGAN Jasad Manem, 78, hingga kemarin petang (12/3) belum ditemukan. Warga bersama tim SAR terus menyisir Sungai Besole. Bahkan, hingga sekitar dua kilometer.

Kejadian itu berawal Manem hendak berjualan di pasar. Warga RT 1 RW 7, Dusun Secang, Desa Monggot, Kecamatan Geyer, ini berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00. Dia berjalan kaki.

Perjalanan dari rumah ke pasar itu, Manem diduga berjalan melalui jalur rel kereta api arah Stasiun Goprak. Setiba di jalur jembatan rel kereta perbatasan Monggot dan Besole, Desa Juworo, Kereta Api (KA) Kalijaga jurusan Solo-Semarang melintas dari selatan.

Korban sempat berhenti menunggu kereta lewat. Namun, posisi korban berhenti masih dekat dengan jalur kereta. “Akibatnya, tubuh korban tersambar kereta hingga terpental ke sungai,” ujar salah satu saksi yang merupakan satpam Stasiun Goprak, Bedsalosy Edo, 22.

Melihat korban terpental, dia mengajak petugas dan warga menuju tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi ditemukan beberapa barang bawaan korban. Termasuk KTP dan kartu BPJS. Tak hanya itu, masinis KA Kalijaga juga sempat melaporkan sempat menabrak seseorang saat melintas di jembatan tersebut.

Sementara itu, tim SAR menuju lokasi untuk melakukan penyisiran sungai. ”Kami baru menyisir sungai sejak pukul 09.00. Titik utama kami fokus di perkiraan jatuhnya korban. Sebab, titik jatuhnya korban cukup dalam, bahkan ada palung. Saat korban jatuh kondisi air tinggi,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Massrichan.

Sampai pukul 16.21 korban belum ditemukan. Bahkan, warga membantu tim SAR mencari korban sampai dua kilometer. ”Ini air sudah mulai surut. Semoga tidak ada hujan sehingga memudahkan pencarian,” ungkapnya.

(ks/int/ris/aji/JPR)

Silakan beri komentar.