Talut Longsor Tak Kunjung Diperbaiki, BPBD Beberkan Alasannya

86

Kondisi talut yang longsor pada 9 Desember 2017 itu semakin parah. Apa lagi kalau curah hujan tinggi dan debit air di Sungai Babagan tinggi. Tanah yang ikut tergerus air pun semakin meluas dan melebar.

Jalan di pinggir Sungai Babagan sebagian ruasnya ikut tergerus. Kendaraan roda empat yang dahulu bisa lewat, sekarang tak bisa. Jalan hanya bisa dilintasi sepeda motor. Kalaupun berpapasan harus hati-hati agar tak tercebur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Purwadi Samsi mengakui kalau penanganan permanen untuk talut yang longsor di pinggir Sungai Babagan itu belum bisa terlaksana.

Anggaran menjadi kendala utama penanganan longsor tersebut. Penanganan permanen baru bisa dilakukan ketika sudah ada anggaran. Pihaknya berupaya mengusulkan perbaikan pada APBD perubahan 2018.

”Belum ada penanganan. Kita nunggu anggaran perubahan. Sudah kita usulkan di perubahan,” jelasnya.

Muhaimin, salah seorang warga berharap talud tersebut segera ditangani. Kalaupun tidak bisa diperbaiki total, setidaknya ada upaya lain seperti pembuatan talud darurat. Dia khawatir kalau tak segera ditangani, longsor itu bisa meluas.

Selain sering sudah memakan sebagian ruas jalan, lokasi talut yang longsor juga dekat dengan permukiman warga. ”Ya paling tidak pinggirannya dikasih karung-karung pasir biar air dari sungai itu tidak menggerus tanah terus,” ungkapnya.

(ks/ali/lid/top/JPR)

Silakan beri komentar.