Polisi Masih Kumpulkan Bukti

Dugaan Pencabulan Guru pada Siswi

309
CARI BUKTI : Penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang mendatangi SD tempat terjadinya kasus dugaan pencabulan guru kepada siswinya, Senin (12/3). (Muhammad Hariyanto/Radar Semarang)
CARI BUKTI : Penyidik Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang mendatangi SD tempat terjadinya kasus dugaan pencabulan guru kepada siswinya, Senin (12/3). (Muhammad Hariyanto/Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dugaan kasus pencabulan yang terjadi di sebuah SD di Semarang Barat masih dalam penyelidikan Polrestabes Semarang. Petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin sudah mendatangi sekolah korban untuk melakukan klarifikasi. Ini merupakan tindak lanjut dari laporan orangtua korban ke Polrestabes Semarang terkait dugaan pencabulan yang dilakukan FO, salah satu guru korban.

“Tadi kami melakukan verifikasi ke sekolah atas laporan dugaan pelecehan seksual yang terjadi,” kata Bunyamin, Senin (12/3).

Menurut pengakuan korban, dugaan pelecehan seksual terjadi ketika FO memanggil sejumlah siswi untuk masuk ke dalam kelas. Ia kemudian mengunci pintu dan meminta para siswi menanggalkan seragamnya. “Saat ini kami masih menunggu laporan pemeriksaan yang dilakukan atasannya langsung, yakni kepala sekolah atas dugaan pelecehan seksual dan hasilnya akan dikirimkan oleh sekolah yang akan kami tindaklanjuti,” tuturnya.

FO adalah seorang guru berstatus PNS. Sementara korban yang melapor merupakan siswi kelas 3 SD. Kemarin petugas juga memeriksa ruang kelas yang diduga sebagai lokasi pencabulan. Berdasarkan keterangan guru setempat, kemarin FO tidak berangkat ke sekolah.

Dari informasi yang dihimpun, oknum guru tersebut pernah dimutasi dari sekolah lain ke sekolah saat ini karena dugaan kasus yang sama. Disinggung informasi tersebut, Bunyamin mengaku belum mengetahui secara persis informasi yang ada dan enggan berkomentar banyak. “Memang sejak awal tidak ngajar di situ karena dari sekolah lainnya dan kemudian dimutasi. Nanti menunggu hasil pemeriksaan saja,” dalihnya.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan, kedatangan polisi ke sekolah tersebut untuk menindaklanjuti pengaduan salah satu orang tua siswa. Petugas masih mengumpulkan alat bukti dan saksi untuk bahan penyelidikan selanjutnya. “Kedatangan kami ke sekolah bersangkutan terkait laporan yang masuk pada Sabtu kemarin. Tujuannya untuk mengklarifikasi apakah benar terlapor guru tersebut, begitu juga korban,” ungkapnya.

Disinggung terkait dugaan adanya korban lain, Suwarna membeberkan, hingga saat ini laporan aduan yang masuk baru dari orang tua siswi tersebut. “Baru satu, belum ada yang melapor lagi,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono menilai kasus tersebut sangat memprihatinkan dan harus cepat diselesaikan. Ia mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelecehan seksual itu, agar diketahui bagaimana kebenarannya. “Kalau benar terjadi, harus ada tindakan tegas berupa sanksi. Tujuannya agar kasus tersebut tidak terulang,” katanya kemarin. (mha/den/ton)