33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Meta Tewas setelah Ditusuk 4 Kali

Reka Ulang, Warga Caci Maki Tersangka Lina

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Pembunuhan sadis terhadap Meta Novita Handhayani, 38, warga Ngaliyan, Semarang, kemarin (12/3) direka ulang oleh petugas Polsek Ngaliyan. Rekonstruksi menghadirkan kedua tersangka, Sarkoni Rifai alias Rembulan, 23, dan Yuliana Anggraini alias Lina, 16. Pasangan kekasih ini tampak tenang saat memeragakan sedikitnya 36 adegan.  Reka ulang yang dimulai pukul 13.30 itu dilakukan di rumah korban di Jalan Bukit Delima B9 No 17 RT 03 RW 08, Kompleks Perumahan Permata Puri, Ngaliyan, disaksikan puluhan warga, termasuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang.
Rekonstruksi diawali saat Rifai memboncengkan Lina turun dari motornya, dan parkir di depan rumah Sutarno. Saat itu, tak jauh dari lokasi, duduk dua warga, yakni istri Sutarno dan tetangganya, Puji.  Dua saksi ini sebelumnya melihat kedua tersangka mondar-mandir mengendarai sepeda motor. Setelah parkir, Rifai dan Lina berjalan menuju rumah Meta. Karena dianggap tamu biasa, istri Sutarno dan Puji masuk ke rumah masing-masing.
Tak berselang lama, Lina yang kemarin mengenakan penutup wajah kembali ke tempat sepeda motor Honda Supra nopol H 2560 BY diparkir. Namun tak berapa lama, ia kembali menyusul Rifai yang masuk ke dalam rumah Meta. Rupanya saat itu Rifai membuntuti Meta yang masuk ke dalam rumah hendak mengambil es batu di dalam kulkas. Begitu ada kesempatan, Rifai langsung membekap korban dari belakang hingga terjatuh.
Seketika itu, korban teriak.  Karena panik, Lina bergegas keluar rumah  dan kabur. Sedangkan di dalam rumah, korban yang terjatuh di lantai ruang tengah langsung ditusuk Rifai dengan senjata tajam hingga empat kali. Setelah tak bernafas, tubuh korban diseret ke dalam kamar.
Reka adegan selanjutnya saat aksi tersangka hendak membunuh putra bungsu korban, Ronako, 4, dengan dibekap guling. Namun aksinya keburu  tepergok empat mahasiswa UIN Walisongo yang kontrak di samping rumah korban bersama dua warga lainnya. Selanjutnya, tersangka kabur dengan motor Honda Supra yang sempat dipotret dengan kamera HP oleh salah satu mahasiswa.
Jalannya rekonstruksi kemarin dijaga ketat petugas Polsek Ngaliyan. Warga hanya diperbolehkan menyaksikan di luar police line. Saat melihat kedua tersangka, warga sempat melontarkan caci maki, utamanya kepada Lina yang tak lain adalah mantan Pembantu Rumah Tangga (PRT) korban. “Itu yang perempuan ditembak kakinya sekalian. Gak usah pakai penutup kepala, orang-orang juga sudah melihat wajahnya,” teriak seorang perempuan.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Donny Eko L, mengatakan, tersangka menjalani rekonstruksi dengan aktif sejak awal hingga akhir. Setidaknya, ada 36 adegan yang diperagakan oleh kedua tersangka. “Saat penusukan terhadap korbannya di adegan ke-21. Dari kronologisnya, korban dibekap dari belakang lalu jatuh kemudian ditusuk. Waktu dibekap, korban belum meninggal,” jelasnya.
Donny membeberkan, dari keterangan tersangka, aksi pembunuhan itu sudah direncanakan sehari sebelumnya. “Rekonstruksi ini untuk melengkapi pemberkasan. Besok secepatnya kita serahkan ke kejaksaan. Ini yang kita utamakan penanganan tersangka di bawah umur, karena terbatas waktu penanganannya,” katanya.

Emi Hidayati, adik korban, mengaku hingga kini, keponakannya, Ronako, masih trauma dengan kejadian yang menimpa ibunya. “Kalau anak pertama dan kedua sudah agak besar, sudah lebih kuat. Kalau yang kecil itu masih trauma. Sekarang ikut bapaknya di Jakarta. Kemarin saja sempat lari-lari sambil bilang ke mbahnya. ‘Mbah itu ada orang jelek, saya nanti ditangkap, dirampok,” cerita Emi di sela reka ulang, kemarin.
Dia mengatakan, Ronako telah dibawa ke psikolog untuk menghilangkan rasa trauma. Namun hal tersebut belum sepenuhnya mengobati rasa trauma yang dialaminya. Ia tak menyangka kakak kandungnya telah meninggal secara tragis. Bahkan, keluarganya, termasuk ibunya, Kustantoniah,  masih belum percaya Meta telah meninggal dengan cara dibunuh. “Keluarga shock berat, saya sampai sekarang juga gak nyangka kalau sampai terjadi seperti itu. Cuma kesalahan gitu aja kok sampai membunuh,” ujarnya.
Emi membeberkan, kakak kandungnya tersebut termasuk perempuan yang ramah. Kepada para pembantunya, juga tidak pernah kasar. Dia juga tidak eman memberikan sesuatu kepada para pembantunya. “Lina itu cuma diingetin supaya tidak pacaran di rumah, apalagi di sini tidak ada suami Mbak Meta, gak ada cowok, jadi takut. Cuma diingetin jangan pacaran,” terangnya.
Kepergian Meta mengingatkan Emi akan masa lalunya ketika masih kecil hingga masa-masa kuliah. Menurutnya, Meta adalah kakak kandung satu-satunya yang supel dan banyak memiliki teman. “Saya sangat kehilangan, dia itu kakak saya satu-satunya, dari kecil bareng, sampai kuliah juga bareng, kos juga bareng. Sekarang sudah tidak ada saudara,” kenangnya dengan mata sembab.
Kustantoniah, ibunda Meta juga tak kuasa menahan kesedihannya. Ia beberapa kali mengusap air matanya dengan tissu saat melihat reka ulang kemarin. “Semoga pelaku mendapat hukuman berat, jangan hukuman ringan,” harapnya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Pastikan Diri Sebagai Juara Grup

SEMARANG – PSIS memastikan diri lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup 4 menyusul hasil imbang 1-1 yang ditorehkan laga dua pesaing terdekat...

Desa Binaan Unissula Jadi Percontohan Nasional

SEMARANG - Program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) yang digagas oleh Kementerian Sosisal (Kemensos)  bekerja sama dengan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) kini menjadi percontohan...

Eksplor Tempat Wisata Dongkrak Okupansi

SEMARANG - Persaingan yang ketat antarhotel di Kota Solo, membuat sejumlah hotel dituntut melakukan inovasi agar okupansi atau tingkat hunian hotel tidak anjlok. Seperti...

Mirna Tutup Dua Lokalisasi

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Mirna Annisa menutup dua tempat lokalisasi di Kendal selama Ramadan ini. Dua lokalisasi itu yakni Gambilangu atau GBL yang...

Waktu Rekam Data E-KTP Diperpanjang

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang akan memperpanjang rekam data E-KTP. Pasalnya, hingga akhir desember target nasional belum terpenuhi...

Permintaan Tempe Meningkat

Seorang pekerja menata tempe dalam bungkus plastik sambil menunggu proses fermentasi di sentra tempat pembuatan tempe Jalan Wiroto 4, Semarang, Kamis (17/11). Perajin tempe...