33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Kenaikan PBB Dinilai Salahi Perda

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Keputusan pemerintah Kota Semarang menaikkan PBB hingga 70 persen yang kini sudah direvisi menjadi 30 persen dinilai menyalahi perda. Ketua komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet menegaskan, kesalahan pemkot dalam hal ini adalah menaikkan PBB lebih dari 12,5 persen dalam satu tahun.
”Ketentuan ini diatur dalam perda nomor 13 tahun 2017. Kalau dinilai tidak sesuai ya monggo diajukan revisi. Tapi kalau seperti ini berarti pemkot “melanggar” perda,” jelasnya.
Mengenai besaran kenaikan, ia jelaskan, menjadi hak Pemerintah Kota. Hanya saja, sebagai ia meminta agar kenaikan tidak terlalu tinggi. ”Paling tidak ya 12,5 persen jangan 30 persen. Kalau kenaikan 3 tahun sekali ya nggak papa 30 persen. Sebab kenaikan kita di Banggar, pendapatan kita naikkan 12,5 persen per tahun,” kata dia.
Ketua Bidang Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) kota Semarang Abdul Mufid menyebutkan, Pemkot terlalu terburu-buru dalam mengambil kebijakan kenaikan PBB hingga 70 persen. Hal ini terlihat dari respon pemerintah yang langsung menurunkan kenaikan PBB setelah banyak warga yang protes.
”Idealnya, dilakukan public hearing untuk mengetahui pendapat masyarakat terkait persoalan ini. sehingga kebijakan yang muncul tidak menimbulkan reaksi yang negatif bagi masyarakat. Kalau yang terjadi sekarang kan dinaikkan, begitu protes baru diturunkan,” kata dia.
Kepala Bidang Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Saryono menjelaskan, penentuan kenaikan ini memang menjadi wewenang pemerintah kota. Dirinya menjelaskan, dalam Undang-Undang sudah diatur mana yang harus dibicarakan dengan dewan dan tidak. Dan mengenai NJOP, ujarnya, sudah menjadi kewenangan pemkot. ”Kalau semua harus melibatkan semua stakeholder nggak rampung-rampung,” tandasnya. (sga/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Agen Asuransi, Profesi Menjanjikan yang Dipandang Sebelah Mata

SEMARANG- Industri asuransi merupakan bisnis anomali. Saat ekonomi lesu dan banyak bidang usaha tergerus dan anjlok, ternyata industri asuransi malah tumbuh. Hal itu juga...

Shelter Suryo Kusumo Ditinggalkan Pedagang

SEMARANG - Minggu (6/3/2016) silam, sebanyak 225 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Tlogosari Raya boyongan menuju shelter Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Taman...

UNBK Susulan Lancar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Jawa Tengah mengklaim pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Susulan, yang dilaksanakan...

Market Day Tumbuhkan Jiwa Wirausaha

RADARSEMARANG.COM - MEMPERLUAS lingkungan belajar memungkinkan siswa memiliki peluang untuk berinovasi, berkreasi serta mengaktualisasikan diri secara optimal. Selama ini, siswa dan sebagian orang tua...

Samsat Online Tak Maksimal

SEMARANG - Pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di Kota Semarang mendapatkan sorotan dari Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah. Pasalnya,...

Pohon Artifisial Tidak Penting, Tak Sesuai Negara Tropis

RADARSEMARANG.COM - Taman-taman cantik nan memesona kini bertebaran di sudut jalan dan tengah perkampungan di Kota Semarang. Hampir semua taman dikonsep sebagai tempat bersantai...