Ke Sekolah Harus Digendong

296
TETAP SEKOLAH : Seorang ibu mengendong anaknya saat berangkat sekolah dan melewati wilayah Purwosari Kelurahan Tambak Rejo yang masih tergenang banjir dan rob. (Nurchamim/ jawa pos radar semarang)
TETAP SEKOLAH : Seorang ibu mengendong anaknya saat berangkat sekolah dan melewati wilayah Purwosari Kelurahan Tambak Rejo yang masih tergenang banjir dan rob. (Nurchamim/ jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sudah berhari-hari wilayah Purwosari Kelurahan Tambak Rejo terendam banjir dan rob. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga. Sejumlah siswa SD harus melepas sepatu saat berangkat sekolah dan melewati wilayah banjir. Bahkan beberapa siswa harus digendong oleh orangtuanya supaya dapat pergi ke sekolah.

Tinggi genangan di daerah ini ada yang mencapai betis orang dewasa. Memang tidak merata. Hanya beberapa titik saja yang terendam. Pasalnya, sejumlah titik sudah mendapatkan bantuan peninggian jalan.

Proyek peninggian yang belum merata ini pula yang dikeluhkan oleh Susianto, 39, warga RT 5 RW 7. ”Katanya kemarin habis Lebaran mau ada bantuan peninggian jalan. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tandanya. Kemarin ada yang ngukur-ngukur, tapi ya belum ada tindak lanjut,” keluhnya.

Ia menceritakan, daerahnya memang sudah menjadi langganan banjir bercampur rob saat musim hujan datang. Saking sering dan lamanya, beberapa sudut jalan bahkan sudah ditumbuhi lumut dan berbau tidak sedap. ”Soalnya airnya ini bercampur sama air got. Jadinya ya bau,” ujarnya.

Lurah Tambak Rejo Zairin menyebutkan, genangan banjir di wilayah ini disebabkan membeludaknya air dari Banjir Kanal Timur melalui Kali Tenggang. Pemerintah, ujarnya, sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak banjr ini.

Salah satu upaya yakni dengan mensiagakan dua pompa untuk membuang air ketika rumah warga tergenang. Terdapat dua pompa, menggunakan listrik dan diesel. Keduanya digunakan secara bergantian. ”Kita pompa untuk mengeringkan banjir di kawasan RW 7 itu,” jelas Zairin.

Untuk mencegah masuknya air dari sela parapet, pihak kelurahan juga melakukan upaya pembendungan dengan sand bag atau karung berisi pasir. Zairin menegaskan, penanganan wilayah ini dari genangan banjir hingga kini terus diupayakan. (sga/ton)