Ini Penjelasan Dinas soal Kudus Trade Center Jadi Pasar Khusus Bordir

134

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti membenarkan rencana KTC lebih dikonsentrasikan pada satu jenis industri. Dengan jenis barang yang spesifik tersebut, harapannya akan menjadi sentra rujukan. Salah satu yang dilirik adalah bordir. ”Jadi orang yang ingin membeli kain, baju, atau apapun yang berbordir akan langsung tertuju ke sana,” ujarnya.

Para pelaku industri bordir yang tersebar di seluruh wilayah Kudus, nantinya akan dikumpulkan. Mereka akan diberi pengarahan dan sosialisasi terkait hal tersebut.

Menurutnya, banyak pasar yang kurang maksimal perkembangannya karena kebanyakan jenis barang. ”Kalau kita bisa cermat mengambil peluang tersebut, bukan tidak mungkin Kudus akan diburu orang dari berbagai wilayah untuk belanja bordir. Seperti Pekalongan yang punya pasar batik,” katanya.

Namun, ditanya realisasi rencana tersebut, dia belum bisa memberi kepastian. Sebab, pembangunan gedung tersebut belum rampung. ”Kalau sudah selesai, baru nanti kami konsep semuanya dengan matang. Agar hasilnya maksimal,” tegasnya.

Saat ini, di KTC masih fokus di pembangunannya. Salah satunya soal jalan. KTC akan segera diaspal. Pihaknya sudah menyediakan anggaran sebanyak Rp 980 juta untuk pengembangan. ”Anggaran yang tersedia hanya Rp 980 juta. Dana itu sangat sedikit. Tentunya kurang untuk menyempurnakan pembangunan,’ ungkapnya.

Anggaran yang minim ini, kata dia, akan diprioritaskan untuk pengaspalan dan pemasangan keramik. Sedangkan untuk finishing lainnya menunggu anggaran keluar. ”Semoga saja akhir Maret ini bisa dilelang,” terangnya.

Untuk menuntaskan pembangunan yang menghabiskan anggaran Rp 12,4 miliar ini masih membutuhkan dana cukup banyak. Untuk itu pihaknya akan mengusulkan pada APBD Perubahan 2018 mendatang. ”Dananya ini memang minim. Jadi perlu ditambah. Biar tahun ini pedagang bisa jualan,” tegasnya.

Ditanya soal kabar Matahari Plaza Kudus akan dipindah di KTC, pihaknya mengaku belum tahu. Sebab belum berkoordinasi soal kepindahan itu. ”Seharusnya yang berhak menjawab bagian aset,” jawabnya.

Sedangkan Eko Djumartono selaku Kepala BPPKAD mengaku belum bisa membeberkan kepindahan pedagang. Sebab pihaknya masih merundingkan. ”Belum tahu. Masih harus koordinasi dengan perdagangan,” katanya.

Saat ini kata Eko, masih dirapatkan bersama. Sebab KTC sebelumnya memang akan digunakan untuk usaha bordir. ”Kami belum bisa memastikan,” imbuhnya. (daf)

(ks/mal/lil/top/JPR)

Silakan beri komentar.