Dewi Sandra Belajar ke Cik Meme

215
BELAJAR UMKM : Artis sekaligus pemilik Wingko Rolls, Dewi Sandra saat menimba ilmu dari Meliani Sugiarto mengenai pengembangan UMKM. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELAJAR UMKM : Artis sekaligus pemilik Wingko Rolls, Dewi Sandra saat menimba ilmu dari Meliani Sugiarto mengenai pengembangan UMKM. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Artis sekaliber Dewi Sandra, belajar mengembangkan dunia Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari pelaku usaha di Semarang. Artis berhijab ini menimba ilmu dari pengalaman Meliani Sugiarto, pemilik Lumpia Cik Meme yang terbilang sukses membangun usaha oleh-oleh khas Kota Semarang.

Pemilik Wingko Rolls yang juga membuat gerai di Semarang ini mengaku sangat tertarik dengan Cik Meme karena punya pengalaman mengembangkan bisnis yang sangat membanggakan. Dia telah mendengar cerita jatuh bangunnya Cik Meme dan memulai usaha dari nol.

Dalam kunjungannya ke gerai Lumpia Cik Meme, Dewi Sandra lebih banyak menanyakan mengenai cara mengembangkan UMKM. Pertanyaan tersebut langsung disambut baik oleh Cik Meme. Dengan antusias, pengusaha perempuan berusia 39 tahun itu menceritakan kiat-kiatnya supaya sukses berbisnis di Semarang.

“Jadi, pada intinya lebih kepada bagaimana nanti informasi, pengetahuan itu dapat kita sebar kepada pelaku UMKM di Semarang. Salah satu yang kami pandang sukses adalah Cik Meme. Dia bangun bisnis dari nol. Dan dia mampu mengenalkan kepada khalayak ramai bahwa Lumpia sebagai makanan khas tradisional di Semarang,” jelas Dewi

Sementara itu, Cik Meme mengaku senang telah didatangi oleh artis papan atas. Bagi dia, hal itu menjadi dorongan yang kuat karena Dewi Sandra mau mengapresiasi penganan tradisional Semarang.

“Jadi, sangat menarik kalau kita cermati. Apresiasi orang di luar Semarang begitu besar pada makanan khas Semarang. Dan dia mau mengajak pelaku UMKM untuk tumbuh berkembang, ini sangat bagus,” ujar Cik Meme.

Dia pun sepakat dengan upaya Dewi Sandra untuk membangun industri UMKM di Semarang supaya tumbuh bersama. Bagi dia, hal itu akan meningkatkan daya saing yang bagus nantinya di kalangan pengusaha. Tak hanya itu, lanjutnya, usaha yang berkembang dengan baik juga akan meningkatkan citra Kota Semarang secara masif.

“Kalau kita rasakan, Semarang sekarang tidak hanya menjadi kota transit saja. Banyak orang kemari karena memang ingin berwisata kuliner,” tambahnya.

Cik Meme menambahkan, para pelaku industri UMKM juga perlu menjaga dan meningkatkan kualitas mereka. Menurut dia, dengan kualitas yang tinggi, konsumen diberikan pengalaman yang sangat mendasar mengenai citarasa makanan atau hasil industri UMKM di Semarang itu sendiri. (amh/ric)

Silakan beri komentar.