200 ASN Dites Narkoba

348
ANTRE: Ratusan ASN dilingkungan Setda Kendal dilakukan tes urin oleh BNN Kendal, di halaman Setda setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE: Ratusan ASN dilingkungan Setda Kendal dilakukan tes urin oleh BNN Kendal, di halaman Setda setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan melakukan tes uji narkoba kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebanyak 200 ASN dilakukan tes urin di halaman  Gedung C Setda Kendal.

Ratusan ASN dilingkungan Setda Kendal, pagi (12/3) kemarin digiring keluar. Mereka diminta berjajar antre untuk melakukan tes urin secara dadakan. Tentu saja hal tersebut membuat para ASN dilingkungan Setda itu bingung.

“Tes narkoba ini kami gelar atas permintaan dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Inspektorat Kendal. Dalam tes ini kami periksa sebanyak 200 ASN,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kendal, Sapto Nugroho.

Dikatakannya jika tes ini masih akan berlanjut, yakn dengan tempat dan sasaran yang berbeda. Sebab 2018, BNN akan menyasar 1.000 ASN dengan melakukan tes urin. “Waktu dan tempatnya dimana, hal itu kami rahasiakan. Karena tes urin ini sifatnya dadakan,” jelasnya.

Sedangkan terkait hasil tes urin, ia mengaku tidak bisa membeberkannya. Hasil pemeriksaan akan diserahkan kepada Sekda atua Bupati Kendal sebagai pimpinan tertinggi. Selanjutnya akan disampaikan kepada pihak yang bersangkutan.

“Kami tidak bisa membeber langsung. Karena berkaca dari pemeriksaan tahun-tahun sebelumnya, ada ASN yang terbukti positif menggunakan obat-obatan. Tapi setelah diselidiki, bukan karena mengkonsumsi narkoba melainkan mengkonsumsi karena obat karena penyakit dalam yang dideritanya,” tambahnya.

Juga ikut diperiksa dalam tes urin tersebut, Sekda Kendal Mohammad Toha. Ia mengatakan jika pemeriksaan secara mendadak itu atas permintaan Bupati Kendal kepada BNN untuk memeriksa seluruh ASN dalam lingkungan Setda Kendal.

Perihal adanya ASN yang memakai narkoba dalam hasil tes, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai aturan. Yakni dari teguran sampai pemecatan secara tidak hormat. “Tapi harus diteliti dulu, karena positif itu bukan karena narkoba, bisa jadi obat. Seperti saya dulu juga seperti itu, mengkonsumsi obat batuk jangka panjang, saat dites positif. Nah itu harus diteliti oleh BNN Kenda,” tambahnya. (bud/bas)