Sekda Jateng Peduli Seni Budaya Bangsa

301
PENGHARGAAN : Plt Ketua Umum PWI Pusat Sasongko Tedjo menyerahkan piagam penghargaan Birokrat Peduli Seni Budaya Bangsa kepada Sekda Jateng Sri Puryono, pada malam resepsi HPN Jateng 2018 di Pendapa Kabupaten Pemalang. (SULUNG P/RADAR PEMALANG)
PENGHARGAAN : Plt Ketua Umum PWI Pusat Sasongko Tedjo menyerahkan piagam penghargaan Birokrat Peduli Seni Budaya Bangsa kepada Sekda Jateng Sri Puryono, pada malam resepsi HPN Jateng 2018 di Pendapa Kabupaten Pemalang. (SULUNG P/RADAR PEMALANG)

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada Sekda Jateng Sri Puryono, sebagai Birokrat Peduli Seni Budaya Bangsa. Penganugerahan itu diberikan bersama keenam tokoh inspiratif lainnya di Jawa Tengah pada malam resepsi Hari Pers Nasional 2018 yang digelar di Pendapa Kabupaten Pemalang, Jumat (9/3) malam.

Enam tokoh inspiratif lainnya adalah Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, sebagai bangkir pro kredit murah; Kepala Dinpertindakop Kota Semarang, Litani Setyawati sebagai pelopor peningkatan kesejahteraan masyarakat; Bupati Pemalang, Junaedi sebagai kepala daerah pelopr teknologi informasi dan komunikasi (TIK) desa; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, KH A Darodji sebagai kiai pengayom umat dan Achmad Arie Pratiwi sebagai mahasiswa kreatif pencipta teknologi tepat guna berbiaya murah; dan Founder Madang.ID, Pulung Nurtantio Andono sebagai pelopor start up aplikasi kuliner lokal. “Saking hobi dengan budaya Jawa, saya memiliki banyak koleksi lagu-lagu Jawa,” kata Sri Puryono usai membuktikan kecintaannya pada budaya Jawa dengan menyanyikan lagu Jawa.

Sedangkan Dirut Bank Jateng, Supriyatno menyampaikan penghargaan yang diraihnya ini bisa menjadi spirit sekaligus evaluasi tentang pencapaian yang telah dilakukan Bank Jateng. Dia memandang, salah satu kendala dari ekonomi rakyat adalah permodalan. Sebab biasanya pelaku UMKM selain kesulitan dalam permodalan dan agunan, terkadang juga dibebani dengan bunga pinjaman yang kadang-kadang terlalu tinggi. Oleh karena itu, kata dia, Bank Jateng menghadirkan Mitra Jateng 25 dengan bunga 7 persen, kredit maksimum 25 juta, tanpa agunan, tanpa biaya administrasi.

Supriyatno menyebutkan, selama lebih kurang 1,5 tahun ini, outstanding dari kredit Mitra Jateng 25 sudah hampir 350 miliar, dan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalahnya masih di level kurang dari 1 persen. “Hal ini menandakan, ketika kita percaya kepada mereka yang kita sebut teman-teman UKM, ternyata mereka punya tingkat kejujuran yang tinggi,” sambungnya. (sul/jpg/ton)