Sebagian Pedagang Pilih Berjualan di Luar

310
MEMILIH DILUAR: Sejumlah pedagang memilih berjualan diluar pasar blauran baru karena didalam sepi pembeli. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMILIH DILUAR: Sejumlah pedagang memilih berjualan diluar pasar blauran baru karena didalam sepi pembeli. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pedagang pasar Blauran baru mengeluhkan sepinya pembeli di tempat yang baru diresmikan pemkot 15 Februari lalu itu. Keluhan pedagang semakin menjadi dikalan hujan tiba. Percikan air hujan yang terkena angin masuk hingga sampai ke dagangan. Meski memiliki lapak tetap, mereka memilih kembali berjualan di tepi jalan Pahlawan dan masuk ke pasar baru jika ada petugas satpol PP.

Para pedagang sejak pukul 06.00 memilih tetap berjualan di sepanjang jalan Pahlawan. Mereka mau berjualan masuk ke los pasar Blauran ketika ada operasi atau dijaga oleh Satpol PP. Namun bila tidak ada, mereka akan kembali berjualan di pinggir jalan.

“Kalau berjualan di pinggir jalan langsung dijangkau oleh konsumen yang lewat. Kalau di los meski lokasinya juga di pinggir jalan namun pembeli enggan mampir. Karena masih harus membayar parkir,” kata salah seorang pedagang buah didepan yang enggan disebutkan namanya.

Perempuan setengah baya ini mengeluhkan karena pedagang serupa banyak yang berjualan diluar sehingga jika memaksa bertahan didalam maka dagangannya tidak laku. Pedagang lainnya, Mundrikah, 45, pedagang ikan mengaku tiap pagi memang berjualan diluar. Namun tidak lama dan memilih masuk kedalam jika sudah waktu satpol PP datang, kisaran pukul 08.00-09.00.

Hal itu dibenarkan Sugeng, 50, juru parkir dipasar itu yang menyebutkan jika tiap pagi banyak pedagang yang memilih berjualan keluar. Kebanyakan mengeluh sepinya pembeli yang mau masuk ke pasar Blauran baru. “Sementara jika hujan juga tempyas karena bagian tepi
atas terbuka tanpa penutup,” jelasnya.

Upaya Pemkot sebenarnya dengan membangun pasar ini adalah menata kawasan jalan Pahlawan agar tidak ada pedagang yang berjualan ditepi jalan. Dan keberadaan pedagang yang berjualan di pinggir jalan ini dikeluhkan oleh masyarakat. Karena selain mengganggu arus lalu lintas
dan pemandangan juga dinilai tidak tertib karena sudah dibuatkan pasar yang sangat representatif.

Diketahui, pembangunan los Pasar Blauran sudah rampung dan sudah diresmikan pemanfaatannya oleh Wali Kota, pertengahan bulan Februari lalu. Pembangunan pasar tersebut didanai oleh Kementrian Koperasi dan dana pendamping dari APBD 2017. Los pasar tersebut mampu menampung sekira 129 pedagang. Sehingga para pedagang yang selama ini berjualan
di pinggir jalan Taman Makam Pahlawan bisa masuk ke pasar los tersebut. (sas/bas)