Prioritaskan Kesetaraan Gender

521

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memprioritaskan kesetaraan gender dalam pembangunan Kota Semarang. Hal ini tercermin dalam program kerja Wali Kota-Wakil Wali Kota Semarang, Hendi-Ita yang disusun selama lima tahun terakhir ini.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengatakan bahwa pemerintah tidak ingin adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki. Untuk itu, pemerintah terus berjuang dan mensosialisasikan akan hal ini.

”Kami selalu sosialisasikan. Selain itu, kami juga telah membentuk Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, mengaktifkan SERUNI dan lembaga-lembaga pemberdayaan perempuan lainnya, agar masyarakat mudah untuk melaporkan diskriminasi dan intimidasi terhadap perempuan dan anak,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, data BPS tahun 2016 menunjukkan bahwa 40 persen dari jumlah perempuan di Indonesia mengalami kekerasan. Mulai dari kekerasan fisik hingga pembatasan berkarir. Hal inilah yang membuat pemerintah kota Semarang semakin terpacu dalam membuat program kerja berbasis kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

”Kita tidak boleh ninggal kodrat, tapi bukan berarti kita harus menjadikan perempuan di bawah laki-laki,” jelasnya.

Sementara itu Raden Rara Ayu Hermawati Sasongko, koordinator divisi pelayanan hukum dan advokat LBH APIK Semarang mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah memang masih tinggi. Terlebih banyak yang tidak dapat terungkap karena banyak korban yang tidak memiliki keberanian untuk melapor.

Ayu –sapaan akrabnya- menambahkan, selain kekerasan, perempuan juga mengalami diskriminasi oleh aparat penegak hukum. ”Kami menemukan aparat penegak hokum kurang sensitif gender ketika menangani perempuan yang berhadapan dengan hukum. Banyak diskriminasi yang dihadapi perempuan korban saat berhadapan dengan hukum,” jelasnya usai mengikuti peringatan International Woman Day di Semarang. (sga/ida)