Pengobatan Gratis di Ponpes

359
BANTU PESANTREN: Arvi Oktaviendra secara sembolis menyerahkan bantuan Pelayanan Medis Masyarakat Jateng kepada KH Akromul Hadi Masrohan. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTU PESANTREN: Arvi Oktaviendra secara sembolis menyerahkan bantuan Pelayanan Medis Masyarakat Jateng kepada KH Akromul Hadi Masrohan. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Santri di ponpes yang berada jalur lingkar Demak-Kudus, Desa Jogoloyo, Wonosalam, Demak Kota berkesempatan untuk mendapatkan pengobatan gratis melalui program Djarum Foundation Pelayanan Medis Masyarakat Jateng, Sabtu (10/3) kemarin.

“Banyaknya santriwan dan santriwati itu juga menjadi salah satu faktor munculnya beragam penyakit. Di antaranya gatal-gatal, panu dan penyakit mata,” papar Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Langgar Wali Sunan Kalijaga, KH Akromul Hadi Masrohan, saat membuka kegiatan.

Pelayanan kesehatan ini diselenggarakan Djarum Foundation dan Yayasan Bakti Insan Negeri (YBIN). Turut hadir kalangan Muspika, serta perwakilan instansi terkait. Kiai Masrohan memaparkan, Ponpes Langgar Wali Sunan Kalijaga dengan 650 santri dan penggunaan air secara bersama-sama, memungkinkan muncul penyakit kulit dan mata. “Karena itu, santri selalu memahami pentingnya kebersihan untuk kebersamaan, serta tersedianya kamar mandi dan tempat berwudu yang cukup, diharapkan akan mengurangi penyakit itu,” lanjutnya.

Perwakilan Djarum Foundation, Arvi Oktaviendra, mengatakan, bakti sosial ini ditujukan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Baik di ponpes maupun penduduk sekitarnya. “Kami berharap, setidaknya bisa membantu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Dalam waktu dekat, kami juga akan melaksanakan program operasi sumbing bibir gratis di Kudus, pada April mendatang. Penderita di Demak bisa mendapatkan bantuan ini,” terangnya.

Dr Mada Gautama dari Yayasan Bakti Insan Negeri (YBIN) menjelaskan, beragam penyakit yang diderita para santri di ponpes, bisa lumrah terjadi. Sebab menggunakan segala sesuatunya secara bersama-sama, yang kadang tanpa memperhatikan tingkat kebersihannya. “Namun semua itu bisa diatasi, berawal dari kebersihan diri sendiri dulu,” imbuhnya. (fiq/bas)