Optimalisasi Pengembangan Potensi bagi Anak Lambat Belajar

305
Oleh : Nilawati Anggarwani, SPd
Oleh : Nilawati Anggarwani, SPd

RADARSEMARANG.COM – ANAK yang mengalami lambat belajar (slow leaner) adalah anak yang memiliki potensi intelektual di bawah normal, tetapi tidak termasuk tuna grahita. Kondisi ini menjadikan anak memiliki tingkat penguasaan akademik rendah, hambatan dalam berpikir, merespon rangsangan dan kemampuan untuk beradaptasi. Mereka membutuhkan waktu belajar lebih lama dibandingkan yang memiliki intelektual normal.

Untuk mengembangkan potensi belajar menjadi lebih optimal, maka terdapat saran untuk orangtua dan pihak sekolah. 1) Saran bagi orangtua meliputi, a) Orangtua perlu menyadari kemampuan berpikir anak yang berada dalam taraf lambat belajar (slow learner). Sebaiknya tidak menuntut anak mendapatkan nilai cemerlang di sekolahnya.

Pemilihan sekolah sebaiknya memilih sekolah yang mendukung pembelajaran bagi anak yang mempunyai kebutuhan khusus (sekolah inklusi), sehingga anak mendapatkan perlakuan yang sesuai keadaannya. b) Proses pembelajaran yang sesuai dengan anak adalah proses belajar yang diulang-ulang (remedial teaching), sehingga orangtua perlu mendapatkan waktu tambahan belajar untuk mengulang kembali pelajaran yang telah didapatkan di sekolah.

Guru pendamping selama di rumah hendaknya memahami kondisi anak, sehingga dapat memberikan pendampingan yang sesuai dengan keadaan anak. c) Berilah kesempatan anak untuk mempraktekkan dan mengulang apa yang mereka pelajari, baik di sekolah maupun di tempat lain. Orangtua dapat menyiapkan atau menyediakan alat peraga sebagai sarana untuk mengajari anak belajar suatu hal tertentu. d) Tetap melatih kemampuan dalam berkomunikasi yang bersifat interaktif secara intensif dengan kata-kata yang sederhana, jelas dan konkrit.

Saat mengajak anak berkomunikasi, usahakan posisi berada sejajar dengan anak dan latihlah anak untuk melakukan kontak mata. E) Kurangi objek-objek yang dapat mengganggu konsentrasinya selama belajar. Usahakan suasana yang tenang ketika waktu belajar tiba, misalnya dengan tidak menyalakan televisi. f) Anak, orangtua maupun anggota keluarga yang lain mulai mengajarkan aturan yang sesuai dengan usia anak sebagai bentuk tanggungjawab, misalnya anak diminta menyiapkan peralatan sekolahnya sendiri. g) Aturan-aturan yang disepakati bersama sebaiknya juga ditaati oleh semua anggota keluarga secara konsisten. h) Untuk meningkatkan ketrampilan sosialnya, orangtua dapat melibatkan anak dalam kegiatannya, sehingga anak bertemu dengan banyak orang.

Kecerdasan hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang di masa depannya. i) Berkaitan kemampuan akademiknya di sekolah, pihak keluarga perlu berkomunikasi secara intensif kepada guru kelasnya (di sekolah khusus) untuk mengetahui tentang perkembangan kemampuan akademik di sekolah. Pengetahuan tersebut dapat membantu orangtua untuk mengulangi pelajaran-pelajaran sekolah selama anak belajar di sekolah.

2) Saran bagi pihak sekolah meliputi, a) Pihak sekolah, khususnya guru-guru yang mengajar anak ini perlu memahami kemampuan berpikirnya yang berada pada taraf lambat belajar, sehingga anak membutuhkan perlakuan yang khusus. Keadaan anak yang berkebutuhan khusus, maka sekolah perlu menerapkan perlakuan yang berbeda bagi anak, sebagai contoh jika memungkinkan anak dapat dibuatkan ”standar” atau ”patokan” yang berbeda dengan teman sekelasnya atau dengan menggunakan cara lain yang disepakati bersama. b) Anak dengan kondisi lambat belajar, membutuhkan waktu yang lebih lama dalam memahami materi pelajaran dibandingkan anak lain. Pembelajaran yang diulang-ulang (remedial teaching) merupakan proses belajar yang sesuai buat anak.

Guru dapat memberikan penjelasan tentang materi pelajaran beberapa kali kepada anak. Penjelasan yang diberikan sebaiknya dengan kalimat yang sederhana, jelas dan bersifat konkret. Selain itu, anak dapat secara khusus diberikan pekerjaan rumah (PR) tentang materi pelajaran hari ini, supaya dapat diulang di rumah dengan guru pendampingnya. PR ini akan membantu anak untuk mengulang materi pelajaran selama beberapa kali. c) Selain aspek akademik, pihak sekolah dapat membantu anak untuk meningkatkan kemampuan lainnya diluar kemampuan akademik, seperti kemampuan keterampilan sosial, keterampilan bermain musik atau keterampilan olahraga.

Sekolah dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk menunjukan kemampuan khusus yang dimilikinya, sehingga dapat meningkatkan harga diri atau rasa percaya diri. d) Guru-guru disekolah perlu menjalin komunikasi dengan orangtua anak atau guru pendamping yang ada di rumah, sehingga dapat melakukan diskusi yang bertujuan untuk kemajuan belajar anak seperti materi pelajaran yang perlu diulang kembali di rumah, atau hal yang lain yang berguna bagi perkembangan anak. (*)

*) Guru SD Al Azhar 22 Salatiga