Mencari Suvenir Khas Magelang

425
KREATIF : Sejumlah karya warga Kota Magelang diikutkan dalam lomba suvenir khas Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KREATIF : Sejumlah karya warga Kota Magelang diikutkan dalam lomba suvenir khas Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Ikhsan, warga Cacaban Magelang Tengah butuh waktu seminggu untuk menghasilkan miniatur angkutan kota (angkot). Tak banyak biaya yang ia keluarkan, karena miniatur tersebut ia buat dari barang-barang bekas. Kerajinan tangan itu ia ikutkan dalam lomba suvenir khas Kota Magelang dalam Magelang Expo –Gebyar Kerajinan Kota Magelang.

“Saya buat miniatur angkutan kota (angkot) dari bahan kardus snack bekas, seperti kardus, baterai, kaca, dan sebagainya,” ujarnya.

Sayang, angkot kreasi Ikhsan belum mampu meraih nilai tertinggi dari dewan juri. Juara pertama lomba suvenir diraih Dedy Haryanto yang membuat jam meja dari limbah kayu. Jam ini menunjukkan ikon Kota Magelang berupa watertorn dan tulisan Sejuta Bunga. Sementara juara kedua diraih Indah Ratnasari dan juara ketiga oleh Agus Priyono.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Sri Retno Murtiningsih mengatakan, lomba suvenir merupakan kerjasama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Magelang dengan Disperindag. Selain itu juga digelar lomba motif batik khas Kota Magelang.

“Lomba ini memicu masyarakat menciptakan motif batik yang menarik,” katanya dalam acara yang ditangani oleh SanaSini Event Organizer asal Jogjakarta. Juara pertama lomba desain batik diraih Subkhi disusul Fifit Anggraeni dan Prih Hartadi. (put/ton)