Membaca Jadi Pemicu Gairah Menulis

307
SERAHKAN PLAKAT : Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng Ony Suharsono menyerahkan plakat kepada Pengamat Ekonomi FX Sugiyanto pada acara Workshop Penulisan Karya Ilmiah Populer dan Lomba Karya Ilmiah Bank Jateng 2018. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAHKAN PLAKAT : Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng Ony Suharsono menyerahkan plakat kepada Pengamat Ekonomi FX Sugiyanto pada acara Workshop Penulisan Karya Ilmiah Populer dan Lomba Karya Ilmiah Bank Jateng 2018. (AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Budayawan Prie GS, mengingatkan pentingnya membaca dalam mempengaruhi karya penulisan seseorang. Hal itu disampaikan saat mengisi Workshop Penulisan Karya Ilmiah Populer dan Lomba Karya Ilmiah Bank Jateng 2018, di Kantor pusat Bank Jateng, Semarang, Sabtu (10/9).

“Seberapapun besarnya bakat (menulis) kalian, nek ora gelem moco ya percuma. Kunci utamanya adalah harus mau membaca sebanyak-banyaknya,” ungkapnya. Prie GS, dengan gayanya yang khas, menegaskan, kepekaan dalam hidup juga merupakan salah satu faktor yang memudahkan dalam hal penulisan. Termasuk dalam kondisi saat kita dituntut untuk menulis, namun disaat yang sama sedang miskin ide.

“Menulis, apalagi yang diproyeksikan pada produk hard seperti buku dan koran itu tantangannya lebih besar daripada penulisan karya ilmiah. Meskipun saat ini karya ilmiah juga dituntut agar penulisannya dapat dipahami oleh publik,” ujarnya.

Hal ini diamini Pengamat Ekonomi FX Sugiyanto. Ia mengaku merasakan manfaat dari kegemarannya membaca yang kini mempengaruhi gaya penulisannya. Sugiyanto mengakui kesulitan para pakar dalam menulis sebuah buku yang sesuai kebidangannya adalah menyusun kata agar mudah dipahami.

Menurutnya, bacaan diluar latar belakang ilmiah yang digemari oleh penulis sangat penting untuk memperkaya dan membuat tulisan ilmiah bisa lebih mudah dipahami khalayak. Demikian pula yang terjadi padanya. Walaupun isi tulisannya ilmiah ekonomi, tetapi struktur penulisan lebih seperti novel.

“Ketika saya menulis itu seperti saat saya sedang berbicara dengan orang lain. Gairah untuk menulis pun bisa meningkat. Jangan pernah menyerah, jangan pernah berhenti. kuncinya itu membaca,” tandasnya.

Sedikitnya 18 tim individu maupun kelompok berjuang berebut ranking teratas di tiap kategorinya dalam Lomba Karya Ilmia (LKI) yang diselenggarakan Bank Jateng. Ke 18 tim tersebut terbagi dalam tiga kategori yakni Guru, Pelajar dan Mahasiswa. Para finalis mengikuti penjurian di Kantor Pusat Bank Jateng.

Ketua Umum LKI Bank Jateng, Suharto mengatakan, setiap kategori lomba ini masing-masing dipilih 6 karya terbaik. Menurutnya, seleksi karya finalis ini cukup ketat mengingat pendaftarnya mencapai ratusan.

Ketua Panitia LKI Bank Jateng 2018, Sapto Wibowo menyampaikan, tingginya antusias kepesertaan dalam dua kegiatan yang dilaksanakan membuat pihaknya berkomitmen untuk mengadakan kompetisi serupa di tahun yang akan datang. (tsa/ric)