Kostrad Turun Tangan

Kecelakaan Ranpur di Sungai Bogowonto

466

“Kondisi dasar sungai yang tidak kokoh, menyebabkan ranpur miring, amblas, lantas terperosok.”

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO—Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) berjanji bakal mengusut tuntas peristiwa kecelakaan kendaraan tempur (ranpur) Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad di Sungai Bogowonto Purworejo, pada Sabtu (10/3) lalu.

Kepala Penerangan Kostrad Letkol Inf Putra Widyawinaya menegaskan hal itu dalam siaran persnya yang diterima sejumlah jurnalis. Putra menyampaikan, pengusutan musibah kecelakaan dilakukan, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang lagi.

Kostrad menyatakan bertanggung jawab penuh atas kejadian yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Yaitu, Pratu Randi Suryadidan dan Kepala PAUD Ananda, Iswandari

Keduanya meninggal saat kegiatan outbound anak-anak TK dan PAUD sekitar Purworejo di lingkungan Markas Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad. Salah satu kegiatannya, berkeliling asrama menggunakan ranpur.

Pihak Kostrad menyatakan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban maupun masyarakat terkait musibah tersebut. Putra menjelaskan, kendaraan tempur jenis M113 mengalami kecelakaan saat menyusuri sungai berpasir. Kondisi dasar sungai yang tidak kokoh, menyebabkan ranpur miring, amblas, lantas terperosok. Akibatnya, sebagian penumpang terjatuh, hanyut terbawa derasnya aliran sungai.

Salah satu guru TK Masyitoh, Vesmi Asli Yuliani, 20, menuturkan, kecelakaan berawal ketika semua peserta outbound diajak turun ke lapangan HR Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad Purworejo. Selanjutnya, oleh personil Yonif 412, anak-anak diperkenalkan lintasan HR mulai dari jembatan timbang hingga akhirnya diajak menaiki tank.

Semua peserta diajak naik kendaraan tempur, menyusuri Sungai Bogowonto, menggunakan tiga unit tank, masing-masing berisi 20 penumpang. Kloter pertama, semua peserta kembali dengan selamat hingga ke titik awal.

Namun, pada kloter kedua, satu tank tergelincir dan tenggelam di Sungai Bogowonto. Dua orang meninggal dalam musibah tersebut. Yakni, Pratu Randi Suryadidan dan Kepala PAUD Ananda, Iswandari. “Ada beberapa lorban luka-luka, yang dirawat di RS Tjitro Wardoyo ada dua orang. Satu anak TK dan satunya pengampu.” (jpg/isk)