Keputusan Bupati Membingungkan

Panitia Desa Tetap Lantik Perangkat

395

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Keputusan Bupati Demak HM Natsir yang memerintahkan panitia desa untuk membatalkan ujian seleksi perangkat desa (perades) cukup membingungkan masyarakat. Kondisi ini memicu polemik berkepanjangan.

Sebab, sejak awal Bupati bersikukuh berpedoman pada Perda Nomor 1 Tahun 2018. Dalam Perda itu mengamanatkan bahwa, pemilihan perades sepenuhnya ditangan panitia desa. Artinya, kewenangan berada di panitia desa. Bupati HM Natsir  menegaskan, Pemkab Demak tidak mempunyai kewenangan untuk menunda kelanjutan proses pengisian perades termasuk pelantikan perangkat terpilih. “Ini karena, kewenangan berada didesa. Dalam hal ini tim pengisian perangkat desa,” katanya.

Menurut dia, Pemkab Demak juga tidak mempunyai kewenangan membatalkan hasil ujian yang telah diumumkan tim pengisian perades. Namun, dalam perkembangannya, Bupati justru bersikap sebaliknya.

Dalam rapat dengan panitia khusus (pansus) hak angket DPRD Demak, Bupati Natsir menyampaikan, bahwa  pihaknya memerintahkan panitia seleksi perades untuk membatalkan ujian dan MoU dengan pihak ketiga sesuai Perda.  Ini setelah dewan melalui rapat pansus hak angket mendesak agar bupati membatalkan ujian perades. Rapat pansus  digelar maraton di DPRD, Jumat pagi hingga malam (9/3).

Sonhaji dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, Bupati diminta dapat mengambil hak diskresi  sehingga tidak membuat bingung masyarakat. “Kalau (Bupati) tidak punya wewenang, maka wewenangnya apa. Lalu profesionalnya seperti apa? Kalau proses dinilai tidak sesuai, maka bisa dibatalkan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati HM Natsir mengatakan, bahwa kalau ada cacat hukum, hal itu kewenangan pengadilan. “Dan, untuk profesionalitas, maka dikembalikan ke Perda 1 Tahun 2018,” katanya.

Sementara itu, dengan sikap Bupati yang membingungkan tersebut, para panitia desa disejumlah desa tetap melaksanakan pelantikan perangkat desa yang telah diumumkan sebelumnya. Pelantikan tersebut mendasarkan peraturan yang berlaku, bahwa setelah terpilih dalam seleksi, maka dapat dilakukan pelantikan. (hib/bas)

Silakan beri komentar.