Kecamatan Bergas Rawan Begal

722
SEPI: Kondisi jalan utama menuju Desa Gondorio Kecamatan Bergas yang minim penerangan saat malam hari, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI: Kondisi jalan utama menuju Desa Gondorio Kecamatan Bergas yang minim penerangan saat malam hari, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Warga Kecamatan Bergas terutama warga Desa Gondorio mengeluhkan kondisi jalan utama menuju desa yang minim penerangan. Kondisi tersebut terutama pada akses masuk Desa Gondorio.

Munanto, 45, warga Desa Gondorio mengungkapkan jika sudah petang, masyarakat setempat jarang yang berani melintas di sepanjang jalan tersebut. “Kondisi jalan juga kalau hujan licin dan kalau malam tidak ada penerangan jalan,” ujar Munanto, Minggu (11/3).

Karena kondisi tersebut masyarakat di Gondorio enggan melintas jalan tersebut saat malam tiba. Pantauan dilapangan, akses jalan menuju Desa Gondorio belum ada penerangan jalan. Kondisi jalan juga licin jika usai turun hujan.

Minimnya penerangan jalan semakin mencekam karena kanan kiri jalan merupakan hutan karet yang cukup lebat. Apabila terjadi aksi kriminalitas, tentu saja sang pelaku dengan mudah melarikan diri ke dalam hutan karet.

Keluhan minimnya penerangan jalan juga diungkapkan oleh Hidayatus Zen, 32, warga Kelurahan Wujil Kecamatan Bergas.  Dikatakannya, akses jalan terutama di Kebon Polo yang rutenya dari jalan Pringapus ke Desa Derekan tembus sampai ke pasar merak mati belum ada penerangan jalan. “Daerah itu rawan tindak kriminal maupun begal dan kalau malam sangat gelap sekali,” ujar Zen.

Beberapa bulan terakhir, lanjutnya, sudah terjadi tindakan kriminal sampai enam kali dengan modus merampas paksa sepeda motor dan barang-barang berharga. “Terakhir teman saya yang terkena bacok begal sehabis pulang dari bekerja dan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Ken Saras Tegalpanas,” katanya.

Ia berharap pihak terkait mendengar keluhan dari masyarakat. Sehingga dengan segera memberikan lampu penerangan sepanjang jalan tersebut. “Jangan sampai menunggu banyaknya korban lagi, demi kemaslahatan bersama,” katanya.

Terpisah, Kabag Humas Polres Semarang, AKP Teguh Susilo Hadi mengungkapkan pihaknya saat ini sudah meningkatkan patroli di beberapa titik yang rawan aksi kriminal. “Seperti di Kawengen kita setiap malam selalu melakukan patroli,” ujar Teguh.

Terkait keluhan warga Kecamatan Bergas, hingga kini pihaknya belum menerima adanya laporan resmi tentang adanya aksi pembacokan. Meski begitu, ia menilai jika minimnya penerangan jalan yang ada di Kecamatan Bergas terutama di kebun karet memang berpotensi terjadi aksi kriminalitas. (ewb/bas)

Silakan beri komentar.