GEMAR IKAN: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi saat mengadakan kampanye Gemar Makan Ikan di Aula Kantr Dinlutkan Kabupaten Pekalongan, Sabtu (9/3). (Taufik Hidayat/Radar Semarang)
GEMAR IKAN: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi saat mengadakan kampanye Gemar Makan Ikan di Aula Kantr Dinlutkan Kabupaten Pekalongan, Sabtu (9/3). (Taufik Hidayat/Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kabupaten Pekalongan terkenal dengan melimpahnya sumber ikan, karena berada di tepi laut Jawa. Terdapat 3 tempat pelelangan ikan (TPI) yang siap memasok kebutuhan ikan segar. Yakni TPI Wonokerto, TPI Jambean dan TPI Api-Api.

Namun pada kenyataannya masyarakat yang mengkonsumsi ikan masih sedikit. Selain itu, pemanfaatan ikan air tawar juga kurang maksimal.

Untuk itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi, bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan menggelar Kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan).

Munafah Asip Kholbihi mengungkapkan, masyarakat bisa membudidayakan ikan air tawar yang punya nilai ekonomi tinggi. Setiap keluarga juga harus mengonsumsi ikan, karena dalam ikan adanya kandungan asam lemak omega 3. “Kandungan asam lemak omega 3 pada ikan memberi kontribusi untuk pembentukan jaringan otak, mencegah risiko penyakit jantung dan stroke. Ini sangat penting untuk keluarga,” ungkap Munafah.

TP PKK Kabupaten Pekalongan telah melakukan pelatihan pengelolaan aneka olahan ikan kepada jajaran dan kader PKK terutama Pokja III. “Dengan membuat menu dari ikan yang bentuknya bervarian, sehingga anak-anak akan merasa tertarik akhirnya senang makan ikan, dan program gemar makan ikan akan tercapai.”

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Sirhan menyampaikan, dengan menjadikan ikan sebagai menu utama, maka membuat anak menjadi cerdas.

“Dinlutkan sangat konsen mendukung gemar ikan ini, dengan program peningkatan produksi perikanan, program pengembangan perikanan, program pengembangan perikanan budidaya dan program pengembangan perikanan tangkap,” jelas Sirhan. (thd/ton)