PERANGI HOAX : Puluhan warga Jalan Cimanuk Mlatiharjo, Semarang Timur, menggelar aksi long march mendukung kepolisian menindak tegas  penyebar informasi hoax. (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PERANGI HOAX : Puluhan warga Jalan Cimanuk Mlatiharjo, Semarang Timur, menggelar aksi long march mendukung kepolisian menindak tegas  penyebar informasi hoax. (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemandangan berbeda terjadi di wilayah Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (10/3). Puluhan warga Jalan Cimanuk Mlatiharjo, Semarang Timur, menggelar aksi long march di jalan kampung wilayahnya sebagai bentuk dukungan terhadap kepolisian untuk menindak tegas terhadap penyebar informasi hoax. Alasan mereka, informasi tersebut sangat meresahkan.

Terlihat puluhan warga baik orang tua maupun anak-anak menggelar long march dengan semangat menerikan ‘NKRI Harga Mati’. Selain itu mereka juga mendeklarasikan Anti Hoax dan sambil membentangkan spanduk bertuliskan ‘Kami Warga Mlatiharjo Menolak Haax Isu Sara dan Intoleran’.

“Ini sebagai bentuk dari warga di sini, sepakat untuk tidak menyebar informasi yang belum jelas. Serta menolak isu-isu yang disebarkan oleh orang atau oknum yang tidak bertanggungjawab,” ungkapnya disela kegiatan kemarin.

Sementara, Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna mengatakan akan melakukan sambang wilayah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan para tokoh agama serta tokoh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menangkal ataupun menolak informasi hoax.

“Kita bersama TNI serta kemitraan polisi akan ikut berbaur di tengah masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap isu dan informasi yang berkembang,” imbuhnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna sangat mengapresiasi dan menyambut baik terhadap masyarakat yang bersama-sama menolak atau anti informasi berita hoax.

“Kalau menerima informasi atau berita-berita yang sekiranya tidak benar untuk segera di klarifikasi kepada yang berkompeten. Misalkan terkait agama, bisa menanyakan ke tokoh agama,” katanya. (mha/zal)