Pemkab Kudus Belum Ambil Keputusan

676
CALON PENAMPUNG SEMENTARA: Lantai II gedung Kudus Extension Mall (KEM) atau Hypermart akan ditempati Matahari Department Store (MDS) Kudus mulai Kamis (15/3) mendatang. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
CALON PENAMPUNG SEMENTARA: Lantai II gedung Kudus Extension Mall (KEM) atau Hypermart akan ditempati Matahari Department Store (MDS) Kudus mulai Kamis (15/3) mendatang. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Kebakaran Kudus Plaza atau Matahari Department Store (MDS) sudah lebih dari dua pekan. Banyak yang mempertanyakan nasib pusat perbelanjaan modern ini. Di antaranya lokasi pengganti yang baru atau sementara.

Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus belum memberikan kejelasan untuk pindah lokasi hingga kemarin. Sebab, badan tersebut sebagai pemilik aset bangunan. Sedangkan manajemen MDS dan pedagang di lantai I Plaza Kudus sebagai pihak penyewa. Sebelumnya, muncul opsi lokasi pindah.

Meliputi trade center di barat Terminal Induk Kudus, Gedung Graha Mustika Desa Getas Pejaten, dan bangunan bertingkat milik BCA di timur Pasar Kliwon. Namun, manajemen MDS tak ingin berlama-lama menghentikan aktivitas. Manajer MDS Djarot Trinobo berencana akan membuka bazar di lantai II gedung Kudus Extension Mall (KEM) atau yang lebih dikenal dengan Hypermart. ”Rencananya kami akan buka bazar di KEM mulai Kamis (15/3) depan,” ujarnya. Pihak manajemen mengambil langkah ini, karena tak ingin menggantung nasib ratusan karyawannya.

Praktis, sejak kebakaran Kamis (22/2) lalu, karyawan tak bisa bekerja seperti biasa. Kini, mereka hanya disuruh masuk untuk berjaga di depan gedung MDS. ”Sampai saat ini, pihak MDS yang berada di Kudus belum mengetahui apakah nanti akan dipindah tempat sementara atau bagaimana. Karena pemkab (BPPKAD) koordinasinya langsung ke manajemen pusat yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Ia menyadari, meski area yang akan di tempati untuk bazar relatif kecil, namun setidaknya akan sedikit membantu. Jadi, sebagian karyawan tetap bisa bekerja lagi. Apalagi sebentar lagi bulan Puasa dan Lebaran. Otomatis kebutuhan mereka meningkat. ”Juga itung-itung tombo kangen untuk masyarakat Kudus,” imbuhnya. Sementara itu, Bagian Pemasaran
KEM Nafi’ membenarkan kabar tersebut.

Manajemen MDS telah berkoordinasi dengan pihaknya untuk menggelar bazar. Kontrak terkait hal tersebut sudah deal. ”Rencananya, mereka (MDS) akan menggelar bazar di lantai II KEM. Sepertinya dengan waktu yang relatif lama. Mungkin sampai benar-benar ada keputusan yang pasti dari pemkab,” ujarnya.

Sebagai satu naungan Lippo Grup, KEM mendukung penuh hal tersebut. Sebisa mungkin
pihak KEM akan membantu mencari alternalif solusi dari permasalahan rekan segrupnya
itu. Selain itu, hal tersebut juga akan dimaksimalkan pihak manajemen KEM untuk kembali
menarik minat pengunjung. ”Jadi, selama insiden kebakaran itu, pengunjung KEM mengalami
penurunan drastis. Bahkan mencapai 75 persen. Harapannya, dengan hal ini (bazar MDS di
KEM, Red) sedikit banyak bisa meningkatkan pengunjung KEM. Karena menurut saya, pasar Kudus sangat potensial,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPPKAD Eko Djumartono masih mengatakan pihaknya belumbisa mengambil keputusan.  ”Hasil uji terhadap bangunan (MDS, Red) tersebut, semuanya belum keluar. Baik dari pihak kepolisian maupun Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Jadi, pemkab belum berani mengambil keputusan yang sangat riskan itu. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat umum,” jelasnya.

Sebelumnya, muncul wacana lokasi pemindahan sementara MDS. Di antaranya di trade center barat Terminal Kudus; Gedung Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Jati dan bangunan bertingkatmilik BCA di timur Pasar Kliwon. Hingga kini, tiga bangunan tersebut pun belum menandakan akan di huni pusat perbelanjaan modern. (daf/lin)