33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

Miliki Ide Bisnis, Jangan Pernah Takut Memulai

Fitriyana Rahmawati, Mahasiswa Undip Kembangkan Bisnis Kreatif

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM – Bermula dari keinginan memberi hadiah spesial kepada temannya, kini Fitriyana Rahmawati memiliki bisnis kreatif. Tak dinyana, dorongan teman untuk berbisnis membuatnya memiliki kesibukan lain di samping kegiatan kuliah.
SIGIT ANDRIANTO
TIDAK ingin memberikan sesuatu yang mainstream, Fitriyana Rahmawati memberikan hadiah kepada temannya sebuah karya sendiri. Sebuah scrapeframe ia buat dengan tangan terampilnya. Karya yang dinilai bagus tersebut membuat Fitri disarankan membuka bisnis.
Scrapeframe merupakan bingkai foto yang dihiasi berbagai ornamen dan kata-kata. Bahan dasarnya bingkai foto alias frame,” jelas perempuan yang memajang karyanya di akun instagram @RagheedaStory ini.
Saat ini, scrapframe memang banyak digemari, karena bisa dijadikan kado spesial. Hanya saja, harga scrapframe yang cukup mahal, membuat orang maupun mahasiswa berpikir dua kali untuk membelinya. Melihat peluang itu, Fitri mencoba masuk dengan memberikan harga yang lebih terjangkau. Ia membuatkan pesanan sesuai dengan isi kantong para pemesan. Rata-rata, ia menjual dengan harga mulai dari Rp 90.000 hingga Rp 150.000.
”Desainnya macam-macam, berbagai ukuran juga. Pembeli bisa memesannya,” ujar mahasiswi administrasi bisnis Undip ini sembari menceritakan bahwa kebanyakan orang membeli untuk hadiah wisuda dan pernikahan.
Bermodalkan kreativitas dan peralatan sederhana, pesanan demi pesanan scrapeframe ditangani oleh gadis kelahiran April tahun 1996 ini. Makanya, tidak butuh waktu lama, bisnis yang mulanya ia jalankan seorang diri, kini sudah berkembang berkat kerjasama yang dilakukan. Di pertengahan 2017 lalu, Fitri menggandeng salah seorang temannya, Mutami, yang suka bikin ilustrasi wajah kartun dan membuat watercolor illustration. “Alhamdulillah sekarang aku kerjasama dengan teman aku dan responnya cukup bagus,” kata dia.
Melalui pemasaran online, produk yang ia buat bersama temannya sudah merambah ke sejumlah kota, seperti Tangerang, Solo, dan Jakarta. Ia mengaku akan terus melakukan inovasi demi bisa menciptakan karya yang lebih baik lagi.
Dari bisnis sederhana ini, Fitri mengaku belajar satu hal, yakni jangan takut untuk memulai ketika ada ide berbisnis. Menurutnya, ide bisnis yang bagus sekalipun, hanya akan menjadi ide saja, tanpa adanya keberanian untuk merealisasikan. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Kehamilan Penderita Lupus Berisiko Tinggi

SEMARANG - Mengandung dan melahirkan pastilah menjadi harapan bagi setiap wanita yang sudah menikah. Sayangnya, tidak demikian bagi penderita lupus. Pasalnya, penyakit lupus ini...

Cegah Sabotase, Cek Rel Kereta Api

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat pada masa liburan Natal dan Tahun Baru ini. Untuk memastikan...

Boyke untuk Dampak Ma’erot

Oleh: Dahlan Iskan Saya seperti tidak sabar. Ingin segera kembali ke Samarinda. Ketemu dokter Boyke Soebhali lagi. Yang akan mencopot ‘selang’ yang masih tertinggal di...

Pengobatan Gratis untuk Buruh Gendong

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Panitia Peringatan Hari Kartini ke-139 Kabupaten Wonosobo dan Dinas Kesehatan menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk buruh gendong dan tukang...

Hamil Diatas Usia 35 Tahun Tingkatkan Risiko Kematian

DEMAK - Kehamilan diatas usia 35 tahun bagi perempuan cukup rawan terhadap risiko terjadinya kematian ibu. Begitu pula, hamil dibawah usia 20 tahun juga...

Songsong Hari Wayang, Pentas di CFD

SEMARANG - Menyongsong peringatan Hari Wayang yang akan jatuh pada 7 November mendatang, Sanggar Lengkhong Kopilathe, Minggu (5/11) menggelar pementasan wayang kulit di arena...