TELATEN : Di berbagai kesempatan, Fanny Rifqi El Fuad tak lelah mengedukasi masyarakat tentang pasar modal. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TELATEN : Di berbagai kesempatan, Fanny Rifqi El Fuad tak lelah mengedukasi masyarakat tentang pasar modal. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Pasar modal telah menarik perhatian Fanny semenjak duduk di bangku kuliah, hingga akhirnya sepanjang 13 tahun ia menapaki karier hingga menduduki jabatan Kepala BEI Kantor Perwakilan Semarang.

“Dari awal memang sudah ada ketertarikan di bidang ini. Lulus kuliah pada 2005 juga langsung masuk ke Bursa Efek Jakarta (sekarang BEI, Red) dan diamanahi sebagai trainer untuk memberikan edukasi pada masyarakat,” ujar pria kelahiran Ponorogo ini.

Menurutnya, cukup menarik menekuni sektor tersebut. Terlebih belum banyak profesional yang berkecimpung di industri pasar modal. Namun demikian, hal tersebut tak hanya memberi peluang tapi juga tantangan yang lebih besar.

Tidak mudah memberikan pemahaman yang baik dan benar di tengah mitos-mitos negatif seputar pasar modal. Namun dari pengalaman 13 tahun mengajar, ada benang merah. “Yaitu meskipun saya bisa mengajar dengan bahasa teknis, namun lebih efektif bila diubah dengan bahasa yang lebih sederhana,” ujar pria yang kerap menjadi dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta ini. (nurul pratidina/ric)